VMWare Paparkan Hasil Studi Digital Frontiers 3.0 Sektor Ritel

Jakarta, Itech- Layanan dan penawaran dari industri ritel digital yang berkesinambungan dan mampu menghadirkan pengalaman yang nyaman bagi pengguna membawa harapan baru bagi industri ritel Indonesia. Namun lebih dari itu, menurut VMware, terbangunnya sebuah fondasi digital yang kokoh tetap menjadi kunci bagi kehadiran gelombang inovasi baru di kancah ritel.

Dalam riset VMware Digital Frontiers 3.0 Study yang mengambil latar belakang kejadian pandemi global saat ini, terungkap bahwa sebanyak 36 persen responden Indonesia sudah tidak lagi bergantung dengan kegiatan berbelanja langsung ke toko. Meningkatnya kepercayaan konsumen kepada sektor ritel terkait dengan data personal konsumen telah berperan dalam membentuk sebuah model layanan ritel yang menghadirkan pengalaman berbelanja yang tepersonalisasikan, fokus pada kebutuhan masing-masing konsumen, serta kaya akan inovasi, berkat diterapkannya sejumlah teknologi mutakhir, seperti kecerdasan artifisial (AI) maupun realitas virtual (VR) yang ke depan diharapkan akan turut membentuk masa depan industri ritel Indonesia.

Tidak sedikit toko fisik di tanah air yang terimbas oleh pandemi dan penerapan kebijakan pembatasan pergerakan fisik masyarakat, sehingga banyak dari mereka yang mengalihkan usaha ke online.

Sebanyak 59 persen responden menyampaikan antusiasme mereka bisa menjalin interaksi dengan bisnis-bisnis ritel secara digital, sementara terdapat 56 persen responden yang siap beralih ke kompetitor apabila peritel tidak mampu menghadirkan digital experience yang sesuai dengan harapan konsumen. Sementara itu, lebih dari separuh responden (57 persen) antusias dengan layanan digital. Ini menjadi penegasan bahwa teknologi masa depan, seperti cloud, kecerdasan artifisial hingga aplikasi-aplikasi modern, menjadi kunci penting bagi industri ritel dalam mempercepat tumbuhnya inovasi dan dalam menghadirkan pengalaman pengguna yang makin holistik dan aman.

“Pandemi telah mendorong percepatan terwujudnya digitalisasi di sektor ritel tanah air dengan mengubah cara konsumen dalam berbelanja di masa depan. Saat ini, bisnis tengah menghadapi situasi tak mengenakkan. Inilah saat yang tepat bagi mereka untuk, mau tak mau, mengoptimalkan pendayagunaan inovasi teknologi mutakhir masa kini, seperti cloud maupun aplikasi modern dalam merumuskan kembali cara mereka terkoneksi dengan konsumen secara digital. Kalau tidak, potensi risikonya besar, pelanggan tentu akan melirik ke kompetitor,” ucap Cin Cin Go, Country Manager, Indonesia, VMware.

Cin Cin menambahkan, “Selain menjamin dihadirkannya layanan digital yang memudahkan dan tepersonalisasikan bagi masing-masing konsumen, perusahaan ritel juga perlu fokus dalam menjembatani kesenjangan operasi bisnis antara offline maupun online, serta mampu menghadirkan pengalaman berbelanja omnichannel yang mengesankan bagi konsumen agar tetap kompetitif di kancah perekonomian digital masa depan. VMware berkomitmen untuk terus mendukung perusahaan-perusahaan ritel dalam memodernisasi dan memperkokoh bangunan infrastruktur digital guna menghadirkan sebuah pengalaman berbelanja yang baru dan revolusioner bagi konsumen.”

Di sisi lain, saat ini Indonesia tengah menuju pembangunan yang berkesinambungan seiring dengan makin tingginya kesadaran konsumen terhadap kelestarian ekologi serta gencarnya upaya seluruh pihak dalam pemanfaatan teknologi digital menuju terwujudnya kondisi karbon netral.

Di dalam survei disebutkan pula bahwa 38 persen responden Indonesia yakin dengan jaminan keamanan data dan informasi yang dihadirkan oleh organisasi peritel. Angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan dan tingkat urgensi bagi perusahaan-perusahaan ritel dalam membangun trust konsumen dengan meningkatkan transparansi melalui penerapan pendekatan zero-trust dalam membangun keamanan data end-user dari upaya-upaya kejahatan siber. (red)