KKR Pimpin Putaran Pendanaan Seri B di KiotViet Vietnam

HANOI, Vietnam – Itech – KiotViet, penyedia software manajemen bisnis di Vietnam mengumumkan pendanaan seri B sebesar 45 juta dolar AS (setara dengan 650 miliar rupiah) yang dipimpin oleh perusahaan investasi global KKR. Jungle Ventures yang merupakan investor sejak tahun 2019 juga terlibat dalam putaran pendanaan ini.

KiotViet bertujuan untuk mendorong transformasi digital usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang berkontribusi terhadap sekitar 40 persen dari ekonomi Vietnam. Perusahaan ini menawarkan software lengkap dan dengan harga yang terjangkau yang mencakup layanan point-of-sale, manajemen inventaris, CRM (Customer Relationship Management), dan manajemen karyawan yang mengelola lebih dari 110.000 pelanggan UMKM. KiotViet juga telah melebarkan sayap dengan menawarkan marketplace suplai untuk para pelanggan UMKM, B2B dan layanan logistik terintegrasi bagi para pedagang. Perusahaan ini juga memiliki rencana untuk memanfaatkan platformnya agar dapat menyediakan solusi layanan keuangan seperti pembayaran dan pinjaman kepada para pelanggan.

CEO KiotViet, Hao Tran, mengatakan “Usaha mikro, kecil, dan menengah memainkan peran penting dalam perekonomian domestik untuk mendorong pertumbuhan Vietnam di masa depan. Melalui perangkat KiotViet yang inovatif dan mudah diakses, kami ingin membantu UMKM rumahan dalam digitalisasi bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendorong mereka mencapai potensinya.” KiotViet antusias menyambut KKR sebagai investor baru dan meyakini bahwa pengalaman KKR yang luas, jaringan global yang kuat, serta keahlian industri yang mendalam akan menjadi aset tak ternilai bagi perusahaan saat memulai fase perjalanan pertumbuhan berikutnya. Selain itu, kami gembira menyambut kembali Jungle Ventures sebagai partner kami bersama investor baru yaitu Kasikorn Bank dan Cao Viet dalam putaran pendanaan kali ini. 

Co-Head Private Equity untuk Asia Pasifik dan Head KKR untuk Asia Tenggara, Ashish Shastry menyatakan antusiasmenya untuk berinvestasi di KiotViet, sebuah bisnis inovatif dengan potensi pertumbuhan yang luar biasa. Pendanaan di KiotViet ini merupakan investasi keenam KKR di Vietnam dan yang pertama dalam upaya strategi pertumbuhan teknologi KKR di Asia Tenggara. ”Pencapaian ini mencerminkan komitmen KKR untuk mendukung perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tinggi – termasuk mereka yang berada pada tahap awal – dengan modal jangka panjang serta berbagai dukungan lainnya” lanjut Ashish. 

Growth Technology Lead KKR untuk Asia Tenggara, Louis Casey menambahkan “Investasi KKR di KiotViet sejalan dengan salah satu tema inti kami untuk mendukung bisnis yang memungkinkan digitalisasi UMKM melalui software dan fintech”. Filosofi investasi KKR didasarkan pada kolaborasi nilai tambah bersama para founders secara jangka panjang. Casey juga mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan kerja sama KKR dengan KiotViet untuk mendukung pertumbuhan perusahaan dengan memanfaatkan keahlian perangkat lunak dan jaringan global KKR. 

Managing Partner Jungle Ventures, David Gowdey mengatakan Jungle Ventures telah bekerja sama dengan tim manajemen KiotViet sejak investasi awal mereka pada tahun 2019, dan semakin terkesan dengan perkembangan mereka yang awalnya hanya merupakan software untuk bisnis kecil hingga kemudian menjelma menjadi platform bisnis kecil dari berbagai bidang. “Pendanaan Seri B ini akan memungkinkan KiotViet untuk memperluas layanan terhadap sektor bisnis kecil, yang merupakan kontributor utama PDB di seluruh Asia Tenggara. Kami sangat senang bermitra bersama KKR sebagai bagian dari perjalanan ini,” tambah David.

KKR melakukan investasinya di KiotViet dari dana ekuitas swasta Asia miliknya. KiotViet adalah investasi teknologi pertumbuhan terbaru KKR, mengikuti investasi terkini lainnya termasuk Lenskart, peritel kacamata omni-channel terkemuka di India, Adopt A Cow, perusahaan pengolahan produk susu digital yang mengantarkan produk secara langsung kepada konsumen di Cina, NetStars, operator penyedia layanan pembayaran QR Code terbesar di Jepang, dan Walnut Programming, sebuah perusahaan edukasi pemrograman untuk anak-anak di Cina.  (red)