Gandeng Vivo, AVOW Jangkau 400 Juta Pengguna

Jakarta, Itech Perusahaan global untuk pertumbuhan aplikasi AVOW mengumumkan kerjasama kemitraannya dengan brand smartphone terkemuka, Vivo. Melalui kemitraan ini, para pemasar seluler dapat mengakses lebih dari 400 juta pengguna aktif Vivo di seluruh dunia. Sebelumnya AVOW juga sudah menjalin kemitraan serupa dengan perusahaan smartphone lainnya seperti Xiaomi, Samsung, Huawei dan Oppo. 

Menurut Robert Wildner, CEO dan Co-founder AVOW, pemasaran aplikasi menjadi semakin sulit dan peluang untuk meningkatkan popularitas melalui channel media tradisional semakin terbatas.  Saat channel media tradisional seperti Google, Apple, dan Facebook semakin jenuh, pengiklan mulai beralih ke Produsen Peralatan Asli (Original Equipment Manufacturer / OEM) seperti Vivo agar dapat terhubung dengan pasar yang sebelumnya tidak dapat dijangkau.

“Melalui kemitraan dengan OEM, kami dapat menawarkan peluang bagi pengiklan untuk memanfaatkan audiens global baru dengan harga yang lebih baik. Kami menambahkan Vivo ke dalam daftar mitra tepercaya kami yang bisa membantu klien kami memecahkan rekor baru dalam bauran pemasaran seluler mereka,” ungkapnya saat dihubungi Selasa (8/6).

Dengan bertambahnya kemitraan baru dengan Vivo, AVOW menghubungkan klien kepada lebih dari 1,5 miliar pengguna aktif harian. Saat ini berbagai perusahaan global terkemuka seperti Joom, Astra Pay, Zalora, dan Olymp Trade telah bekerjasama dengan AVOW. “Sebagai pemain utama di industri OEM, kami sangat senang mendapatkan mitra tepercaya seperti AVOW. Dan kami menantikan untuk bekerja sama guna mendorong pertumbuhan baru dalam ekosistem seluler,” tutur Bob Xu, Senior Business Development Director Vivo.

Popularitas Vivo, yang berkantor pusat di Dongguan, Tiongkok, dengan cepat meningkat di industri smartphone Tiongkok sehingga dapat menjadi brand smartphone terkemuka di negara tersebut dari segi pangsa pasar. Perusahaan ini adalah perusahaan smartphone terbesar kelima di dunia, dan sudah sangat berkembang di India dan Asia Tenggara, dengan pangsa pasar sebesar 18% dan 17%. (red)