Manfaatkan Data Kependudukan Dukcapil Gandeng 7 Mitra

109

Jakarta, Itech- Dirjen Dukcapil Kemendagri mengadakan kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Data Kependudukan, sekaligus MoU tentang Pemanfaatan NIK Data Kependudukan dan KTP Elektronik bersama dengan sejumlah perusahaan. Ketujuh perusahaan tersebut antara lain: PT Bank Artos, PT BNI, PT BNI PJAP, PT Bank Yudha Bhakti, PT Mitra Pajakku, PT Nebula Surya Corpora, PT Nodeflux Teknologi Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasi kepada para mitra yang terlibat terkait pemanfaatan data kependudukan dengan mengutamakan keamanan dan berintegrasi untuk mewujudkan misi dalam menciptakan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat di bidang administrasi kependudukan. Selain itu, sosialisasi pemanfaatan data menjadi prioritas Dukcapil Kemendagri dalam mengutamakan pelayanan yang aman dan terintegrasi kepada masyarakat luas.

“Kerjasama yang dijalin oleh kami dengan para mitra kerja dapat bertindak sebagai penyelenggara platform, dimana keamanan data tetap diutamakan dengan tidak diberikan dan disalahgunakan kepada pihak lain. Para mitra kerja terpercaya hanya diberikan akses untuk melakukan verifikasi data dengan menggunakan data Dukcapil. Untuk itu, sosialisasi pemanfaatan data menjadi prioritas kami dalam mengutamakan pelayanan yang aman dan terintegrasi kepada masyarakat luas.” ungkap Dirjen Dukcapil, Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh.

Salah satu mitra kerja terpercaya dalam penandatanganan kerjasama yang dilaksanakan oleh Dukcapil adalah perusahaan anak bangsa bernama Nodeflux, perusahaan pertama dan terbesar di Indonesia berbasis Vision Artificial Intelligence/Kecerdasan Buatan, yang berperan sebagai penyedia platform bersama untuk memberikan performa terbaik dalam pemanfaatan data tanpa resiko keamanan. Sistem kerja yang masuk kedalam ranah kerja Nodeflux yakni memberikan performa teknologi tercanggih untuk melakukan proses verifikasi data yang memungkinkan tanpa adanya campur tangan manusia.

“Dalam kerjasama ini, tidak ada nama, alamat, tanggal lahir, pekerjaan, dan informasi lainnya yang keluar dari dari platform bersama. Dukcapil berperan penuh dalam pemegang keputusan, jika ada satu entitas memasukkan NIK-nya, kami akan mencocokkan dengan teknologi face recognition (pengenalan wajah) untuk memberikan kesimpulan akurasi dari NIK dengan wajah dari entitas tersebut. Saya bangga bahwa generasi muda Indonesia seperti Nodeflux, mampu menciptakan teknologi face recognition untuk bangsa Indonesia.” tambah Zudan.

Verifikasi data yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk bidang perbankan dalam melakukan Electronic-Know Your Customer (E-KYC) telah mendapatkan perintah dari badan pemerintahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dimana seluruh lembaga perbankan harus melakukan verifikasi know your customer (KYC) berbasis nomor induk kependudukan atau NIK,

Upaya yang dilakukan oleh Dukcapil dalam melakukan kolaborasi ini menjadi salah satu prioritas dalam meningkatkan keamanan dan perlindungan data, sehingga menghindari adanya fraud. Zudan berharap adanya keterbukaan dari masyarakat untuk mempercayakan fungsi dan tugas kerja dari Dukcapil untuk optimalisasi pelayanan masyarakat.

Terhitung hingga akhir tahun 2019. sudah tercatat kurang lebih 1.617 lembaga pemerintah serta swasta yang sudah bekerja sama pemanfaatan data kependudukan Dukcapil. Pentingnya proses verifikasi data ini menjadi upaya fundamental agar bisa berguna di semua sektor, dari layanan publik hingga penegakan hukum. (red)