Menristek, Pembicara Panel di UIUC-AS

8

Jakarta, Itech – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro hadir secara daring sebagai salah satu pembicara panel atas penghargaan internasional Madhuri and Jagdish N. Sheth International Award for Exceptional Achievement dari University of Illinois at Urbana-Champaign (UIUC), Amerika Serikat, Rabu, (21/10). Penghargaan tersebut ditujukan kepada alumni UIUC yang dinilai memiliki prestasi secara profesional membantu negaranya dan dunia melalui kontribusi terhadap pemerintah, kemanusiaan, ilmu pengetahuan, dan kesejahteraan manusia.

“Sebuah kehormatan bagi saya untuk bisa mendapatkan penghargaan ini, saya sampaikan terima kasih kepada Indonesian UIUC Alumni Association yang telah memasukkan nama saya, dan kepada para Profesor saya di UIUC,” ungkap Menristek/Kepala BRIN.

Menteri Bambang dinilai layak sebagai penerima penghargaan karena kontribusi selama ini. Setelah menyelesaikan studinya di UIUC pada tahun 1997 silam, Menteri Bambang telah memiliki karir di berbagai bidang, seperti sebagai akademisi, birokrat, organisasi internasional, sampai akhirnya menduduki jabatan politis sebagai menteri. Sebagai seorang yang memiliki latar belakang seorang ekonom dan akademisi, Menteri Bambang telah banyak melahirkan berbagai terobosan kebijakan.

Saat menjadi Menteri Keuangan periode 2014-2016, Menteri. Bambang menginisiasi sejumlah kebijakan penting, salah satunya adalah program pengampunan pajak ( tax amnesty) yang telah berhasil mereformasi dunia perpajakan, memperluas basis pajak, dan meningkatkan rasio pajak di Indonesia. Saat menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS (2016-2019), Menteri Bambang berperan mendesain konsep ibu kota baru Republik Indonesia, yang dibuat dengan konsep smart, green and sustainable metropolis.

Kini setelah menjabat sebagai Menristek/Kepala BRIN, Menteri Bambang telah berperan sebagai inisiator pembentukan Konsorsium Riset Inovasi Covid-19 yang telah menghasilkan 61 produk dalam penanganan Covid-19. Menteri Bambang menekankan akan melakukan berbagai upaya untuk selalu berperan aktif menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi berbasis inovasi.

“Menuju Indonesia Emas 2045, yang perlu dilakukan adalah merubah konsep ekonomi kita kami saat ini dari ekonomi berbasis SDA menjadi ekonomi berbasis inovasi. Inovasi membutuhkan RnD, RnD yang kuat membutuhkan SDM yang handal. Setiap kebijakan harus mencerminkan triple helix, sinergi antar akademisi, industri, dan pemerintah,” terang Menteri Bambang. (red)