Profesor Riset sebagai Penghela Terdepan Riset di Indonesia

Jakarta, Itech – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko menghadiri acara Orasi Pengukuhan Profesor Riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang dilaksanakan secara daring pada Rabu (01/09). Dalam sambutannya, Handoko menyampaikan bahwa gelar profesor riset merupakan gelar tertinggi yang dicapai oleh seseorang dalam karirnya sebagai periset sekaligus menjadi amanah dan tanggung jawab yang besar.

“Gelar profesor riset tidak hanya merupakan gelar yang diberikan secara melekat, namun lebih dari pada itu. Gelar ini memberikan tantangan yang tidak ringan kepada yang bersangkutan. Profesor riset juga memiliki tanggung jawab yang sangat besar, tidak hanya untuk dirinya sendiri namun diharapkan dapat menjadi penghela terdepan untuk kelompok-kelompok risetnya, karena itulah tanggung jawab menjadi profesor riset,” ujar Handoko.

Adapun peneliti yang dikukuhkan sebagai profesor riset adalah sebagai berikut :

  1. Prof. Dr. Yantyati Widyastuti, Bidang Bioteknologi Hewan.
    Judul orasi : Inovasi Produk Pakan Sapi Potong Berbasis Bakteri Asam Laktat untuk Mendukung Usaha Peternakan Nasional.
  2. Prof. Dr. Ir. Haryadi Permana, Bidang Geologi.
    Judul orasi : Pemanfaatan Hasil Riset Kepingan Kerak Samudra Purba dalam Perspektif Dinamika Kerak Bumi Aktual.
  3. Prof. Dr. Sri Yudawati Cahyarini, S.T., M.T., Bidang Geologi.
    Judul orasi : Kontribusi Penelitian Iklim Masa Lampau dalam Memahami Perubahan Iklim.
  4. Prof. Dr. Ir. Sri Rahayu, M.Si., Bidang Botani.
    Judul orasi : Konservasi Biodiversitas dan Pemanfaatan Berkelanjutan Hoya Indonesia.
    Keempat peneliti tersebut berturut-turut dikukuhkan sebagai profesor riset ke-155, 156, 157, dan 158 di lingkungan LIPI, sekaligus merupakan profesor riset ke-608, 609, 610, dan 611 secara nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Handoko juga menyampaikan bahwa proses transformasi kelembagaan Litbangjirap yang ada di Indonesia menjadi sebuah Badan Riset dan Inovasi Nasional saat ini merupakan milestone perubahan kelembagaan riset di Indonesia. BRIN diberikan amanah yang besar untuk memperbaiki ekosistem riset dan inovasi di Indonesia secara fundamental. Dengan adanya sumber daya manusia dan talenta yang dimiliki, termasuk pengukuhan 4 (empat) profesor yang baru diharapkan dapat mempercepat proses transformasi kelembagaan yang sedang berjalan.

“Ke depan kita harus fokus dalam mengupayakan apa yang ada, baik itu bagi para pelaku litbangjirap seperti peneliti, perekayasa, pengembangan teknologi nuklir, dst. maupun kelompok-kelompok pendukung aktivitas riset untuk memberikan yang terbaik dalam memajukan riset dan inovasi di Indoensia. Tidak dapat dipungkiri bahwa lembaga-lembaga litbang yang akan bergabung dengan BRIN akan menjadikan kita lebih bersemangat dan menjadi tantangan baru dengan bergabungnya SDM Iptek,” ungkap Handoko.

Handoko melanjutkan, selain sebagai milestone perubahan kelembagaan riset di Indonesia, proses transformasi kelembagaan yang sedang berjalan ini juga merupakan tantangan sekaligus menjadi peluang untuk menghilangkan permasalahan-permasalahan dalam riset di Indonesia. Dengan konsolidasi sumber daya manusia, infrastruktur, dan anggaran, BRIN akan mampu menyelesaikan permasalahan riset yang ada.

“Proses bisnis harus kita fokuskan dengan sebaik-baiknya. BRIN memiliki 11 (sebelas) Jabatan Fungsional baru yang dibuka sebagai pilihan jenjang karir. Jabatan fungsional ini pada hakikatnya merupakan instrumen dalam pelaksanaan tugas dan fungsi instansi serta menjadi saluran peningkatan profesionalitas SDM sebagai ASN di Indonesia,” pungkas Handoko.

Turut hadir dalam acara ini Plt. Sekretaris Utama BRIN, Mego Pinandito; Plh. Kepala LIPI, Agus Haryono; Ketua Majelis Pengukuhan Profesor Riset, Bambang Subiyanto; Sekretaris Majelis Pengukuhan Profesor Riset, Gadis Sri Haryani; serta para peneliti yang hadir melalui aplikasi teleconference maupun yang menyaksikan melalui kanal YouTube LIPI. (red)