Milenial Butuh Model Bisnis Ala Digital

0
70
Millenial Butuh Model Bisnis Ala Digital
Millenial Butuh Model Bisnis Ala Digital

Jakarta, Itech- Bisnis di era milenial sangat membutuhkan apa yang dinamakan dengan digitalisasi. Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Malik Khidir selaku founder Setchoq (perusahaan bidang robotika).

Dalam penjelasannya, dia memaparkan bahwa terdapat langkah taktis ketika menjalankan bisnis agar dapat terus bertumbuh dan berkembang di tengah persaingan bisnis yang ketat seperti sekarang apalagi dengan adanya pandemi Covid-19. Kunci taktis tersebut adalah inovasi, khususnya pada dunia digital.


“Langkah taktis ketika ingin membuat usaha di dunia digital adalah inovasi,” jelasnya dalam webinar Bincang Nasional Muda Membangun Bangsa yang diselenggarakan Mardliyah Muda dan UGM.


Menurutnya, inovasi sangatlah penting dalam dunia bisnis guna terus eksis dan berkembang. Meskipun demikian, berinovasi bukanlah hal yang mudah, apalagi inovasi yang benar-benar dibutuhkan dan diterima oleh masyarakat.


“Kalau menjalankan bisnis terus berinovasi akan dicari orang dan saat sudah punya value maka bisnis akan membesar sendiri. Sementara yang tidak mau berinovasi yang akan mati,” ujarnya.


Dikutip dari ugm.co.id pada Selasa (29/09/20), Malik turut mengajak generasi muda Indonesia untuk berjuang bersama-sama dan berinovasi agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Turut hadir di acar webinar, diantaranya adalah Co-Founder Restoku.id, Ageng Sajiwo dan CEO Analisa Personality Development Center, Analisa Widyaningrum.


Agung Sajiwo menjelaskan bahwa untuk menemukan ide bisnis kreatif dan inovatif tidaklah sulit. Beberapa ide inovatif dapat ditemukan dari kepekaan seseorang terhadap lingkungan sekitar. Jeli menemukan ide dengan membaca situasi serta persoalan yang ada di masyarakat.
“Sering-sering saja cari masalah yang ada di sekitar karena inovasi itu bermula dari persoalan,” jelasnya.


Agung juga meminta generasi muda untuk memulai bisnis dengan kepercayaan diri tanpa rasa takut. Apabila akhirnya gagal untuk segera bangkit dan memulai kembali dari awal. Sebab, dari kegagalan dapat menjadi pembelajaran dalam membentuk mental dan pengetahuan dalam mencapai kesuksesan.


Analisa Widyaningrum memberikan tips untuk milenial untuk mengetahui passionnya dalam berbisnis ketika akan memulai bisnis maupun menjalankan bisnis.
“Tidak hanya sekedar passion, tapi tanpa upaya dan kerja keras bisnis tidak akan berjalan,”ungkapnya.


Kemudian perlu juga memahami nilai-nilai dan tujuan dalam berbisni serta konsisten berjuang dan tidak lekas patah semangat jika mengalami kegagalan.
“Harus punya daya pantul terhadap kegagalan. Kalau sekarang merasa gagal maka coba lagi karena kita tidak akan pernah tau bagaimana cara berhasil kalau tidak mengalami kegagalan,”ujarnya. (DAF)