Ekonomi Hijau Harus Menjadi Acuan Riset dan Inovasi ke Depan

82

jakarta, itech- Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional  Bambang Brojonegoro menegaskan, meski dunia sedang berperang melawan Covid-19, ada satu tujuan global yang tidak boleh diinterupsi oleh apapun. Tujuan itu adalah Sustainable Development Goals (SDGs) yang merupakan upaya untuk membangun suatu masyarakat dengan mengintegrasikan ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Kalau kita baca SDGs ini secara sederhana, pembangunan ekonomi tidak akan berkelanjutan jika tidak didukung dengan level yang sama di pembangunan sosial dan pembangunan lingkungan, demikian juga pembangunan lingkungan tidak akan berkelanjutan jika tidak didukung pembangunan di sisi ekonomi dan sosialnya dan hal yang sama juga berlaku di pembangunan sosial,” kata Menristek/Kepala BRIN pada Kamis (17/9).

Bambang melanjutkan, penerapan inovasi yang tidak terpisahkan dari SDGs adalah penerapan ekonomi hijau yang inklusif. Ekonomi hijau yang inklusif harus menjadi acuan kedepannya dalam upaya riset dan inovasi dibidang lingkungan. Untuk menunjang itu semua maka diperlukan semangat green innovation.

Berbicara inovasi dan untuk menunjang ekonomi hijau yang inklusif tersebut maka inovasi yang kita dorong tentunya harus punya semangat green innovation yaitu menstimulasi inovasi penciptaan industri baru dan yang paling penting tetap mempunyai dampak pada daya saing ekonomi,” ujar Menteri Bambang. (red)