Batan Corporate University Menuju Birokrasi Kelas Dunia

61

Jakarta, Itech- Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) bertekad mewujudkan birokrasi kelas dunia di tahun 2024 sekaligus menjadi organisasi pembelajar. Hal ini merupakan upaya Batan dalam menyikapi cepatnya perubahan yang terjadi di dunia dan menghadapi persaingan global.

Sebagai langkah awal untuk mewujudkan tekad itu, Batan melalui Pusdiklat akan membentuk corporate university. Menurut Kepala Pusdiklat, Fatmuanis Basuki, pembentukan corporate university merupakan amanat PP Nomor 17 Tahun 2020, di mana pada pasal 203 ayat 4a disebutkan, pengembangan kompetensi dilaksanakan melalui pendekatan sistem pembelajaran terintegrasi (corporate university).

“Alasan dibentuknya Batan Corporate University dikarenakan Pusdiklat Batan menyadari bahwa dunia selalu berubah, organisasi yang dapat bertahan, survive dan exist memenangi persaingan global apabila organisasi menjadi organisasi pembelajar dimana seluruh komponen organisasi harus memiliki kemampuan belajar secara terus menerus bagi individu, tim dan organisasi, beradaptasi dengan perubahan lingkungannya, membangun kompetensi, dan memiliki kemampuan berkompetisi serta memiliki kemampuan bersinergi dengan lingkunganya,” ujar Fatmuanis melalui pesan tertulisnya, Selasa (22/9/2020).

Selain itu, lanjut Fatmuanis, pembentukan Corporate University didasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan oleh McKinsey, yang menyatakan bahwa 66% program training yang dilakukan perusahaan tidak memberikan peningkatan kapabilitas organisasi. Saat ini pelatihan di Batan masih bertujuan meningkatkan kompetensi pegawai sesuai jabatannya belum diselaraskan dengan strategi organisasi dan berorientasi menyelesaikan permasalahan organisasi.

“Apa yang dipelajari di pelatihan terpisah dari persoalan kinerja organisasi yang paling mendesak untuk diselesaikan. Program pelatihan dan pengembangan seringkali tidak memiliki dampak terhadap kinerja yang signifikan,” tambahnya.

Fatmuanis menegaskan, pada Batan Corporate University, konsep pelatihan diubah menjadi konsep pembelajaran dan pelatihan dipandang sebagai bagian integral dari manajemen human capital. Konsep ini selaras dan terintegrasi dengan rencana karir, suksesi, manajemen pengetahuan, budaya perubahan, peningkatan kinerja individu, dan organisasi.

“Strategi pembelajaran di Batan Corporate University dirancang khusus untuk membantu setiap unit kerja teknis untuk mencapai tujuan/sasaran/target kinerjanya,” jelasnya.

Ia menjelaskan, kegiatan pengembangan kompetensi ini didesain dengan mengedepankan sistem pembelajaran yang terintegrasi dengan konsep 10:20:70. Angka ini menunjukkan 10% pembelajaran terstruktur (melalui webinar, e-learning, klasikal), 20% pembelajaran dikomunitas (melalui coaching, mentoring, feedback dan komunitaas belajar) dan 70% pembelajaran terintegrasi ditempat kerja melalui penugasan, problem solving, on the job training, magang, shadowing, dan keterlibatan dalam tim.

Dengan menerapkan konsep pembelajaran sebagai Corporate University, Fatmuanis membeberkan keuntungan yang akan diraih Batan yakni SDM Batan kompeten, bertalenta dan unggul dengan produktivitas tinggi. Selain itu Batan akan menjadi organisasi pembelajar dan tumbuh budaya belajar yang tinggi.

“Keuntungan lain adalah terwujudnya kesinambungan antara pembelajaran dengan tujuan strategi organisasi, dan terwujudnya sistem manajemen pengetahuan nuklir,” tegas Fatmuanis.

Untuk mewujudkan Batan Corporate University, Fatmuanis menegaskan, Batan telah menyiapkan roadmap pembentukan Batan Corporate University. Tahapan kegiatan dalam roadmap terdiri dari 4 kegiatan besar yang dimulai pada tahun 2020 dan diharapkan rampung pada tahun 2024.

Fatmuanis berharap, dengan terbentuknya Batan Corporate University, program penyelarasan antara program pembelajaran dengan manajemen SDM, manajemen pengetahuan nuklir, implementasi learning organization, dan jejaring pengetahuan dapat berjalan dengan baik.

“Dengan kesiapan infrastruktur SDM, teknologi informasi, dan sarana prasarana pendukungnya, diharapkan pada gilirannya Batan bisa menjadi organisasi pembelajar dan birokrasi kelas dunia yang memiliki keunggulan kompetitif di masa depan,” harapnya. (red)