Aplikasi Nafas Jabodetabek Diluncurkan

54
Aplikasi Nafas Jabodetabek Diluncurkan
Aplikasi Nafas Jabodetabek Diluncurkan

Jakarta, Itech- Berbagai inovasi tentang lingkungan sudah banyak dibuat. Salah satunya adalah aplikasi pengukur kualitas udara yang secara resmi telah diluncurkan. Diketahui bahwa aplikasi buatan Nafasarai Pte-Ltd ini dapat mengukur kualitas udara Jakarta dan sekitarnya secara real-time.
Dijelaskan dalam keterangan aplikasi bahwa, Nafas melakukan kerja sama dengan Airly menanamkan 45 sensor persebaran kualitas udara di Jakarta, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan bogor.


Dalam pelaksanaannya, sensor yang telah dipasang dapat menahan panas, kelembaban, dan hujan yang sering terjadi pada daerah tropis seperti Indonesia. Sensor Airly PM2.5 pun dirancang dan diproduksi di Eropa, sekaligus terbuat dari bahan stainless steel sehingga dapat dengan leluasa dapat di pasang di luar ruangan.


Dikutip dari kompas.com pada Kamis (24/09/20), sensor berguna mengukur berbagai polutan di udara, mengukur suhu, tekanan barometrik, kelembaban, dan tiga jenis particulate matter (PM), yakni PM1, PM2.5, dan PM10.


Kemudian fitur-fitur pada aplikasi Nafas Indonesia menampilkan kualitas udara secara real-time, daftar kualitas udara Jabodetabek, dan artikel di blog yang menjelaskan tentang kesehatan udara.


Kedepannnya, akan direkomendasikan aktivitas dan gaya hidup yang sesuai dengan kualitas udara saat itu di masing-masing titik lokasi sensor. Selain itu,daftar kualitas udara dari beberapa kota lain akan dibandingkan sekaligus ditampilkan di aplikasi.


Aplikasi ini juga akan memberikan peringatan melalui notifikasi jika kualitas udara diketahui memburuk. Lokasi yang memiliki kualitas udara sangat buruk akan ditandai warna merah dengan keterangan “tidak sehat” sekaligus imbauan supaya masing-masing masyarakat menyalakan purifier (pembersih udara) di dalam rumah. Lokasi dengan kualitas buruk akan memiliki tanda warna oranye pekat dengan keterangan “tidak sehat” dengan imbauan untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan.

Lokasi dengan kualitas udara sedang memiliki tanda kuning dengan keteragan “moderate”. Wilayah dengan kualitas udara yang baik akan memiliki tanda warna hijau. Begitulah kuaitas udara saat itu juga akan menentukan tanda mana yang akan muncul pada masing-masing wilayah.
Keterangan tentang kualitas udara juga dilengkapi dengan indeks kualitas udara dan PM2.5.

Kemudian diketahui bahwa PM2.5 menjadi acuan untuk mengukur kadar polutan di udara seperti yang dirangkum dari situs departemen kesehatan New York.


PM2.5 sendiri adalah partikel kecil atau droplet berukuran 2,5 mikron atau lebih kecil yang dapat mengurangi jarak pandang dan menyebabkan udara tampak samar saat level tinggi. Sedangkan untuk kesehatan, PM2.5 akan masuk ke dalam sistem pernapasan dan mencapai paru-paru. Sehingga dalam jangka pendek, partikel-partikel halus akan menyebabkan iritasi mata, hidung, tenggorokan dan paru-paru, batuk, bersin, pilek, dan sesak napas.


Aplikasi Nafas sudah dapat diunduh pada aplikasi Google Play Store atau App Store, dan sudah lebih dari 100 kali masyarakat mengunduhnya semenjak diumumkan pada 22 September 2020. (DAF)