VMware Rilis Platform Blockchain Kelas Enterprise

Jakarta, Itech- VMWare mengumumkan telah tersedianya VMware Blockchain dalam membangun sebuah fondasi digital terpercaya bagi perusahaan dalam membangun jaringan bisnis dan meluncurkan aplikasi-aplikasi krusial bisnis yang terdesentralisasikan. VMware Blockchain menghadirkan sebuah platform berkelas enterprise yang bisa diekstensifikasikan dengan skalabilitas yang tinggi, guna mengurai data yang terisolasi, sehingga data tersebut menjadi lebih leluasa bergerak dengan aman, privat dan secara instan.

Bisnis bertumpu pada data dan workflow di mana penerapan strategi shared source of truth justru bisa menghambat terciptanya sebuah nilai bagi perusahaan akibat kompleksitas yang ditimbulkannya. Data acap kali terisolasi di dalam perimeter sebuah perusahaan. Butuh biaya tinggi untuk mengakses dan proses penyesuaian data tersebut di luar perimeter menjadi. Langkah ini dirasa tidak efisien. Agar integritas dan privasi data terjaga, dibutuhkan sebuah jaringan multi pihak yang terpercaya. Ini juga penting untuk menghadirkan sebuah lingkungan enterprise yang tangguh dan dapat menyesuaikan dengan ekosistem global.

“Selama ini kita fokus membangun platform blockchain berkelas enterprise yang memenuhi hampir seluruh kebutuhan aplikasi yang ketat untuk tipe workload yang membutuhkan layanan blockchain yang andal dan berperforma tinggi, seperti pada industri layanan finansial maupun beragam jenis workload terdistribusi lain yang krusial,” tutur Brendon Howe, Vice President and General Manager, Blockchain, VMware. “VMware Blockchain menghadirkan fitur-fitur kelas enterprise yang dibutuhkan oleh pelanggan untuk mendukung produksi dan dalam menghadirkan fleksibilitas agar terus dapat beradaptasi dengan kebutuhan-kebutuhan baru di masa depan di tengah dinamika yang terjadi di kancah blockchain saat ini.”

“Inovasi yang kami galang bersama VMware di bidang blockchain menghadirkan cara baru dalam menjalankan bisnis yang membawa beragam keunggulan bagi berbagai lini industri,” ujar Yuval Rooz, co-founder and CEO of Digital Asset. “VMware Blockchain terintegrasi dengan DAML smart contracts dari Digital Asset. Integrasi ini menghadirkan privasi bagi pihak-pihak yang terlibat di dalam workflow yang sama. Kini bahkan kompetitorpun juga bisa mengembangkan kolaborasi di platform ledger terdistribusi yang menghadirkan trust dan privasi tinggi.”

Sebagai perusahaan yang masuk dalam daftar 10 bursa terbaik dunia, ASX mengeksekusi jutaan transaksi perdagangan setiap bulannya. Ratusan ribu investor bergantung pada keandalan infrastrukturnya. ASX membutuhkan sebuah solusi baru yang akan mendukung peningkatan volume transaksi dan keamanan dalam penggunaan data lintas pengguna, sekaligus melindungi privasi penggunanya. “Paduan VMware Blockchain dan kepiawaian Digital Asset dalam mengembangkan smart contracts dan teknologi distributed ledger mendukung kami dalam mentransformasi dan memodernisasi infrastruktur di pasar modal Australia,” Dan Chesterman, chief information officer of ASX. “DLT mendukung lembaga layanan finansial dalam mentransformasi data, menjaga privasi dan kerahasiaan, serta memangkas proses-proses manual yang masih acap dipakai di industri layanan finansial.”

“Dengan membuka seluruh potensi dari pemanfaatan data di lingkup digital, sistem multi pihak yang didukung oleh teknologi blockchain ini mampu menghadirkan nyawa baru bagi industri dan turut mentransformasi perusahaan dalam berkolaborasi. Turut membangun kembali industri layanan finansial masa kini, contohnya dengan perombakan pada proses transaksi, dari pembayaran hingga proses pascatransaksi perdagangan,” ujar David Treat, senior managing director, Global Blockchain and Multiparty Systems Lead, Accenture. “Dengan mengoptimalkan paduan teknologi VMware dan Digital Asset, disempurnakan dengan kepiawaian yang dimiliki oleh Accenture di industri, kami berhasil menghadirkan serangkaian kapabilitas ini kepada klien-klien sehingga mampu mendukung mereka dalam mengembangkan produk dan layanan, sekaligus memangkas operasional ketika mereka tengah mengembangkan, mengelola, dan menggelar workflow multi pihak yang begitu kompleks.” (red)