Transformasi Digital BRI, Indra Utoyo : Ubah Tantangan Jadi Strategi

Transformasi Digital BRI, Indra Utoyo : Ubah Tantangan Jadi Strategi
Transformasi Digital BRI, Indra Utoyo : Ubah Tantangan Jadi Strategi

Ubah Tantangan Jadi Strategi

Indra Utoyo

Jakarta, Itech-PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus berkomitmen bertransformasi meningkatkan layanan perbankan berbasis digital yang lebih efisien guna memberi kemudahan dan kenyamanan nasabah. Dalam proses transformasinya, tentu tidak lepas dari berbagai tantangan. Namun, bagi Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI Indra Utoyo, tantangan tersebut dapat diubah menjadi sebuah strategi.

“Karena ada tantangan itu, kita mengubahnya jadi strategi, dimana kita melakukan investasi untuk punya kapabilitas,” ujar Indra Utoyo saat wawancara eksklusif bersama Irnanda Laksanawan, CEO Majalah Itech di Kantor BRI Pusat, Jakarta, pada Rabu (5/5).

Ia mengungkapkan bahwa terdapat tiga tantangan BRI, diantaranya culture, resource, dan talent. “Talent BRI harus customer centric mindset, sangat obsessed kepada nasabah untuk bisa membantu nasabah, meng-create value bagi nasabah, tentu didukung dengan kompetensi baru, yang berpikir empati, design thinking, kemudian menggunakan pendekatan-pendekatan yang lebih memahami customer dengan baik.” ujar Indra.

Ia juga mengatakan, saat ini talent BRI telah diisi oleh kaum milenial sebanyak 80 persen. Hal ini menunjukkan bagaimana milenial memiliki peran dan kontribusi dalam proses transformasi BRI. Dalam hal transformasi culture dan mindset, talent BRI harus memiliki growth mindset, dimana esensinya adalah ingin selalu bertumbuh dan memberikan value bagi nasabah.

Lebih lanjut, Indra Utoyo menjelaskan bahwa di era digital saat ini, berbagai inovasi yang diluncurkan BRI telah menggunakan pendekatan lean metodology, dimana teknologi maupun produk digital dikembangkan per-fitur secara kontinyu dan bertumbuh, sehingga bukan lagi berbasis pada project based atau waterfall.

Seperti diketahui, berbagai produk inovasi berupa aplikasi digital telah dilahirkan BRI, diantaranya BRISpot, BRImo, BRILink, BRIAPI, BRIBRAIN dan Pasar.id. BRISpot berguna untuk menyederhanakan, mengotomasi dan mendigitalisasi proses pengajuan hingga pencairan pinjaman di BRI. Kedua, BRImob dihadirkan untuk memperbaiki user experienced dan arsitektur aplikasi dengan meningkatkan kapasitas secara automatic.

Ketiga, BRILink merupakan agen laku pandai yang paling kuat di Indonesia, yang melayani nasabah Bank BRI dalam melakukan berbagai transaksi. Bahkan, saat ini sudah terdapat 500 ribu agen BRILink yang tersebar di Indonesia.

Keempat, BRIAPI (BRI Application Programming Interface) merupakan sistem yang mengintegrasikan layanan dan produk perbankan dari Bank BRI, berkolaborasi dengan e-commerce, fintech, startup digital sehingga dapat menciptakan layanan baru yang lebih customer centric.

Kelima, BRIBrain, platform artificial intelligence (AI) dan machine learning yang digunakan BRI untuk menyimpan, memproses, serta mengonsolidasikan segala informasi segala informasi dari berbagai sumber.

Baca Juga : BRI Dorong Kolaborasi Demi Tingkatkan Keamanan Transaksi Digital

Keenam, Pasar.id adalah program Bank BRI yang menjadi alternatif pola bertransaksi bagi konsumen dengan pedagang pasar. Bukan hanya itu, melalui pasar.id tenaga pemasar akan memberikan konsultasi dan edukasi kepada para pedangang untuk bertransaksi secara digital. (EA)

Baca Juga : Lakukan Transformasi dan Budaya Digital, BRI Raih Tiga Penghargaan Digitech Award 2021

Baca Juga : Transformasi Digital dan Culture BRI Menuju Sustainable Growth