Prediksi Fortinet Terhadap Serangan Siber di 2021

0
37
dav

Jakarta, Itech- Fortinet, pemimpin global dalam solusi keamanan siber yang luas, terintegrasi, dan otomatis, meluncurkan prediksi dari tim intelijen dan penelitian ancaman global FortiGuard Labs mengenai lanskap ancaman untuk tahun 2021 dan seterusnya. Prediksi dari Fortinet ini mengungkapkan strategi yang diantisipasi oleh tim dari penjahat siber dalam waktu dekat, bersama dengan rekomendasi yang dapat membantu persiapan untuk melindungi organisasi dari serangan yang akan datang.

Seperti halnya penjahat siber yang memanfaatkan perangkat cerdas, perangkat 5G, dan kemajuan dalam daya komputasi akan menciptakan gelombang ancaman baru yang canggih dengan kecepatan dan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selain itu, pelaku ancaman akan terus mengalihkan sumber daya yang signifikan untuk menargetkan dan mengeksploitasi lingkungan edge yang muncul, seperti pekerja jarak jauh yang saat ini sedang menjadi kebutuhan, atau bahkan lingkungan edge OT baru, daripada hanya menargetkan jaringan inti.

Bagi organisasi, sangat penting untuk membuat rencana ke depan dengan memanfaatkan kekuatan kecerdasan buatan (AI) dan machine learning (ML) untuk mempercepat pencegahan, deteksi, dan respons ancaman. Intelijen ancaman yang dapat ditindaklanjuti dan terintegrasi juga penting untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam bertahan secara real time karena kecepatan serangan terus meningkat.

Tahun 2020 memperlihatkan kemampuan penjahat siber dalam memanfaatkan perubahan dramatis yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari dan menjadikan peluang baru untuk menyerang dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. “Memasuki tahun 2021 dan seterusnya, kami menghadapi perubahan signifikan lainnya dengan munculnya perangkat cerdas baru, yang lebih dari sekadar end-users dan perangkat yang terhubung ke jaringan dari jarak jauh. Menargetkan edge yang muncul tidak hanya akan menciptakan vektor serangan baru, tetapi juga kelompok perangkat yang disusupi dapat bekerjasama untuk menargetkan korban pada kecepatan 5G. Untuk mengatasi hal ini, semua edge harus menjadi bagian dari platform fabric keamanan yang lebih besar, terintegrasi, dan otomatis yang beroperasi di seluruh jaringan inti, lingkungan multi-cloud, kantor cabang, dan pekerja jarak jauh.” jelas Edwin Lim, Country Director Fortinet Indonesia. (red)