Philips Air Purifier 3000i Bantu Tingkatkan Perputaran Udara Bersih

17

Jakarta, Itech- Philips  meluncurkan inovasi perawatan rumah terbaru – Philips Air Purifier 3000i Series – untuk membantu meningkatkan perputaran udara bersih serta mencegah polutan, bakteri, dan virus. Faktanya, udara dalam ruangan lebih berpolusi 2-5 kali lipat dan sering kali dicemari partikel ultrafine PM2.5, alergen, bakteri, gas berbahaya serta kelembapan udara. Berbagai bentuk polusi mengintai di dalam ruangan. Hal ini dapat memperparah kondisi kronis, seperti asma atau rinitis alergi, yang memengaruhi lebih dari 20% populasi dunia saat ini.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, terbukti bahwa “beberapa infeksi bisa menyebar lewat paparan virus dalam droplet dan partikel kecil yang bisa bertahan di udara selama beberapa menit hingga beberapa jam”. Hal ini merujuk pada transmisi virus yang terjadi dalam udara. Lancet, salah satu jurnal kedokteran umum tertua dan independen di dunia, juga menyatakan bahwa “kondisi dalam ruang yang layak memiliki potensi mengurangi penyebaran COVID-19; sebaliknya, kondisi kurang layak seperti ventilasi dan penyaringan udara yang terbatas dapat membuat sebuah ruangan menjadi tempat dengan risiko tinggi.”

“Mengingat  virus SARS-CoV-2 ditengarai dapat menyebar lewat udara, terutama di ruang tertutup, kita juga harus mampu memanfaatkan teknologi untuk mengelola lingkungan di ruangan. Teknologi seperti pemurni udara atau air purifier dapat membantu meminimalisir potensi penularan virus melalui udara.” Ujar Dr. Hermawan Saputra, Ahli Kesehatan Masyarakat dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).

Air Purifier Philips menghilangkan 99,9% virus dan aerosol dari udara. Ukuran virus COVID-19, SARS-Cov-2, diperkiraan anatara 50-140 nanometer (nm). Filter HEPA dari air purifier Philips juga dapat menghilangkan 99,9% partikel sekecil 0,03μm (setara dengan 3 nm), yang lebih kecil dari virus terkecil dari udara yang terfilter. Hal ini juga berlaku untuk aerosol SARS-CoV-2.

“Di Philips, kami percaya pentingnya memberdayakan masyarakat agar dapat bertanggung jawab atas kesehatannya, dan hal ini dapat dipermudah dengan teknologi. Dengan air purifier dari Philips, kami ingin menyediakan solusi pintar yang dapat dipersonalisasikan untuk konsumen kami. Kami ingin membantu mereka dapat bernafas lebih lega di dalam ruangan,”ujar Said Nicholas Lee, Personal Health Leader, Philips ASEAN Pacific.

Berdasarkan laporan IQAir World Air Quality 2019, Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara dengan konsentrasi rata-rata PM2.5 tertinggi di Asia tenggara. Lima kota di Indonesia – Tangsel, Bekasi, Pekanbaru, Pontianak, dan Jakarta – juga mendominasi lima kota dengan polusi paling tinggi di Asia Tenggara. Bahkan, tingkat PM2.5 di Jakarta hampir 20% lebih tinggi dibandingkan Beijing pada tahun yang sama.

“Lingkungan dapat berpengaruh pada kondisi kesehatan, terutama bagi orang yang menderita penyakit atopik seperti rinitis alergi, asma dan eksim. Berdasarkan Laporan Penderita Asma di Indonesia 2019 dari Infodatin Kemenkes, terdapat peningkatan angka prevalensi asma nasional dalam dalam 11 tahun terakhir, dari 1,9% di 2007 menjadi 2,4% di 2019. Paparan pada alergen dan polutan dapat menjadi salah satu faktor risiko yang dapat memperburuk kondisi asma pada anak,” tambah Dr. Hermawan Saputra.

Saat ini di Indonesia tersedia Philips Air Purifier 800 Series dan 1000 Series. Selain itu, Philips Air Purifier 3000i Series, inovasi terbaru Philips  merupakan solusi yang inovatif dan efektif untuk udara yang sehat, bersih, bebas polutan serta lebih bertenaga, higienis, dengan pembersihan menyeluruh untuk meningkatkan ventilasi dan filtrasi partikel.

Rangkaian Air Purifier dari Philips dirancang untuk lingkungan dalam ruangan modern seperti rumah, kantor, klinik, dan sekolah yang memiliki sedikit sirkulasi udara segar dan sering kali bergantung pada AC untuk ventilasi. Produk Air Purifier dari Philips juga menggunakan teknologi filtrasi HEPA yang sama seperti yang digunakan di banyak rumah sakit untuk lebih melindungi pasien dan dokter dari virus dan bakteri di udara. (red)