Pentingnya Audit Teknologi Di Era Industri 4.0

20

Jakarta, Itech- Jika ditekuni, teknologi di era 4.0 didalam upaya melakukan pemulihan ekonomi dimasa pandemi ini maka kita bisa langsung merasakan, bahwa hal-hal yang sebelumnya sebuah perencanaan menerapkan kemajuan teknologi 4.0 guna meningkatkan daya saing menjadi sebuah tantangan bagi sebuah keberlangsungan ekonomi, kata Ketua Umum Ikatan Auditor Teknologi Indonesia (IATI) yang juga Kepala BPPT Hammam Riza di acara webinar dengan tema Peran Audit Teknologi Dalam Revolusi Industri 4.0 (12/10).

Oleh karenanya, revolusi industri 4.0 ini menjadi bagian sangat penting yang dilakukan oleh kita semua sebagai stake holder yang membangun ekosistem industri 4.0. BPPT saat ini dan kedepan ingin mengisi ekosistem industri 4.0 dengan mengembangkan teknologi kunci yang akan mengungkit sektor prioritas riset nasional seperti menerapkan kecerdasan artificial untuk mendeteksi Covid-19, menerapkan big data untuk penanganan Covid-19 dan lainnya, tutur Hammam.

BPPT terus mendorong bersama Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN menurutnya, menghadirkan produk inovasi yang sarat akan teknologi baik di sektor pembangunan nasional terlebih didalam sektor yang menjadi prioritas riset nasional maupun proyek nasional seperti menggunaan tanda tangan digital, membangun ketahanan pangan serta mengembangan teknologi modifikasi cuaca dengan memanfaatkan secara optimal kecerdasan artificial.

Selain itu, dengan dorongan dan dukungan penuh Kementerian Ristek/BRIN, maka berhasil meluncurkan Strategi Nasional Kecerdasan Artificial melalui inovasi Indonesia yang akan membawa kita sejajar dengan negara lain dalam adaptasi terhadap teknologi kecerdasan artificial yang memaksimalkan seluruh talenta dan isnfrastruktur sumberdaya fasilitas serta bidang prioritas untuk masuk kedalam sebuah strategi kecerdasan artificial.

Hal ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem Pentahelix seperti membangun ekosistem inovasi termasuk kerjasama dengan Huawei untuk mendorong ekosistem inovasi agar dapat bermanfaat menjadikan Indonesia 4.0, ujar Hammam.

Adapun peran auditor teknologi sebutnya, seperti yang tertuang dalam Undang-undang SISNAS IPTEK tahun 2019 bahwa audit teknologi sebagai proses sistematika untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif terhadap aset teknologi dengan tujuan menetapkan tingkat kesesuaian teknologi dengan kriteria dan atau standar yang telah ditetapkan serta menyampaikan hasilnya kepada pengguna yang bersangkutan.

Ditambahkannya bahwa pelaksanaan audit teknologi mengacu pada kode etik dan standar pedoman audit teknologi yang merupakan dasar bagi auditor teknologi dalam melaksanakan tugas audit teknologi. Produk inovasi sangat krusial yang merupakan kunci keunggulan negara guna dapat mempertahan kan daya saing serta meningkatkan kemandirian. Indonesia membutuhkan kemajuan teknologi, penguasaan teknologi dan ingin memastikan keberhasilan penerapannya terhadap peranan dari auditor teknologi.

Karenanya auditor teknologi diharapkan dapat mengukur teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat akan menjadi sebuah upaya Indoenesia keluar dari ketergantungan terhadap produk luar negeri, pungkasnya. (red)