Menristek Tinjau Kendaraan Listrik dan Rumah Tahan Gempa

0
15

Jakarta, Itech- Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro melakukan rangkaian kunjungan kerja ke Kudus dan Kendal, Jawa Tengah, Kamis (26/11/2020).

Agenda pertama Menristek mengunjungi PT Karoseri Anak Bangsa di Kudus, Jawa Tengah untuk meninjau kesiapan produksi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai yang dikembangkan oleh PT Mobil Anak Bangsa (PT MAB).

“Tentu ini bagus sekali, kendaraan listrik perlu dikembangkan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang bersifat terbatas dan secara perlahan dapat berpotensi merusak lingkungan,” terang Menristek.

PT MAB merupakan salah satu perusahaan otomotif nasional yang bergerak di bidang penyediaan kendaraan listrik dan industri pendukungnya yang meliputi manufaktur, distribusi, suku cadang, dan infrastruktur pendukung kendaraan listrik. Sedangkan PT Karoseri Anak Bangsa merupakan anak perusahaan PT MAB.

Dalam kegiatan ini, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT MAB dengan Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT), dan beberapa perguruan tinggi yaitu Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), disaksikan Menristek dan Founder PT MAB Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. Kerjasama yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri kendaraan listrik nasional di pasar global.

“Saya mendukung penuh upaya berbagai pihak baik PT MAB, BPPT, UNS, maupun ITS yang bersama-sama menciptakan inovasi transportasi ramah lingkungan berkualitas melalui pengaplikasian baterai listrik yang termasuk Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Harapannya, dengan sinergi triple-helix yang solid, inovasi Indonesia dapat bersaing secara global,” ujar Menteri Bambang.

Baterai untuk kendaraan listrik menjadi salah satu program Prioritas Riset Nasional 2020-2024 yang berada di bawah koordinasi Kemenristek/BRIN. Regulasi terkait juga diterbitkan oleh Pemerintah melalui Perpres No. 55 Tahun 2019 yang membahas tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk mendukung penurunan emisi gas rumah kaca.

“Selain sebagai dukungan untuk energi hijau, keberadaan kendaraan listrik juga dapat mendorong hilirisasi bahan baku baterai di Indonesia untuk kemandirian energi bangsa,” tambahnya.

Rumah Ramah Gempa UPVC

Setelah menyelesaikan agenda di Kudus, Menristek bertolak ke Kendal untuk meninjau lokasi produksi rumah ramah gempa sekaligus meresmikan Taman Riset dan Inovasi di kawasan pabrik PT Terryham Proplas Indonesia (TPI).

Rumah ramah gempa merupakan rumah yang menggunakan bahan UPVC (Unplasticized Poly Vynil Chloride) sebagai pengganti kayu untuk pembuatan tembok, pintu, maupun kusen. Sementara itu, tiang dan atapnya menggunakan baja ringan sehingga selain tahan gempa, rumah ini juga tahan panas hingga 220 derajat Celsius. UPVC yang digunakan untuk rumah ramah gempa ini diteliti dan diujicoba oleh Universitas Diponegoro (Undip) dan BPPT.

Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman terkait inovasi Rumah Ramah Gempa antar Undip, Universitas Mataram (UNRAM) dan PT TPI yang disaksikan oleh Menristek. Menteri Bambang menyampaikan apresiasinya kepada berbagai pihak yang terlibat dalam riset dan pengembangan rumah ramah gempa dalam kesempatan tersebut.

“Kerjasama triple-helix seperti ini merupakan hal yang diperlukan untuk dapat menciptakan lebih banyak inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Rumah tahan gempa UPVC termasuk teknologi tepat guna. Dari segi teknologinya tidak masalah dan lebih mudah diakses. Apalagi PT TPI memberikan pelatihan bagi siapapun yang ingin menggunakan teknologi ini,” tuturnya.

Menteri Bambang turut meresmikan Taman Riset dan Inovasi yang juga berada di kawasan lokasi rumah ramah gempa dan juga pusat diklat wirausaha muda yang menjadi pusat pelatihan para pemuda dan pemudi di wilayah tersebut. (red)