Lulusan Vokasi harus jadi Wirausahawan Mandiri

Jakarta, Itech- Kemendikbud melalui Ditjen Diksi menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi dan Kick Off Program Direktorat Tahun Anggaran 2021 di Yogyakarta. Ditjen Diksi mendorong lulusan pendidikan vokasi mampu menjadi wirausahawan mandiri dan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup.

“Pendidikan vokasi baik pada level SMK maupun Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) harus mampu mendorong agar lulusannya menjadi wirausahawan mandiri dan tangguh sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan hidupnya,” kata Dirjen Diksi, Kemendikbud, Wikan Sakarinto seperti dikutip dalam rilis Kemendikbud di Jakarta, Sabtu (6/2).

Wikan menyampaikan, di tahun 2021 ini, pihaknya melakukan revitalisasi pendidikan vokasi pada lima area yakni 1) penguatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 2) penguatan Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi, 3) dukungan dan percepatan link and match, serta kemitraan dengan DUDI, 4) dukungan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) PTN Vokasi (BOPTN) dan 5) program Kursus dan Pelatihan.

Merujuk pada era industri 4.0, fokus pertama Ditjen Diksi berfokus pada revitalisasi 900 SMK yang menjadi Pusat Keunggulan (SMK PK) atau center of excellent (CoE). Selanjutnya, pada area kedua fokusnya terletak pada penguatan 200 di pendidikan tinggi. Diantaranya adalah dengan memberikan sertifikasi kompetensi kepada 300 dosen, penguatan 75 Pendidikan Tinggi PNBP/BLU dengan alokasi anggaran sebesar Rp 742,62 milyar serta menyediakan Rp 596,356 milyar untuk penguatan sarana prasarana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) delapan PTV.

Di area ketiga, fokus Ditjen Diksi ada pada kemitraan dengan dunia usaha, dunia industri (DUDI), dan dunia kerja. Di antaranya berupa dukungan dan penguatan link and match. Program ini ditujukan kepada 5.690 orang dan 250 DUDI. Selain itu pula, dukungan juga diberikan kepada kepada 47 politeknik negeri untuk pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) PTN Vokasi (BOPTN). Terakhir, untuk area kelima adalah program kursus dan pelatihan yang memperioritaskan pada program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan program Pendidikan Kecakapan Kewirausahaan (PKW) kepada 66.678 orang.

Dirjen Diksi mengingatkan, agar lembaga pendidikan vokasi tidak hanya sekadar fokus pada keahlian teknis (hard skills) tapi juga memperhatikan keahlian non-teknis (soft skills). ”Empat karakter dasar (soft skills) yang harus dimiliki lulusan vokasi adalah kemampuan berkomunikasi, kemampuan bekerja dalam target, kemampuan bekerja secara team work, kemampuan berpikir kritis, dan tidak mudah bosan dan menyerah dalam berkarya,” tambah Wikan. (red)