Logitech Tingkatkan Penggunaan Plastik Daur Ulang

8

Jakarta, Itech- Logitech berkomitmen untuk memasukkan plastik daur ulang pasca-konsumen (post-consumer recycled) ke produknya dalam skala besar. Hal ini dilakukan dalam upaya mengurangi dampak karbon serta meningkatkan sirkularitas produk konsumen.

Dalam waktu kurang dari satu tahun, portofolio produk dari Logitech akan menyertakan plastik daur ulang pasca-konsumen pada lebih dari 50 persen mouse dan keyboard-nya, dan akan memberikan transparansi penuh tentang jumlah plastik daur ulang pasca-konsumen di setiap produk guna mendorong inovasi industri dan adopsi plastik daur ulang yang lebih besar.

Tweet Now: Pada akhir tahun 2021, lebih dari 50% mouse & keyboard dalam portofolio produk terbesar Logitech akan menggunakan plastik daur ulang, menghilangkan sekitar 7.100 ton plastik murni dan 11.000 ton karbon per tahun. #SustainableDesign #CarbonReduction #Recycle.

Untuk mendorong pengurangan karbon pada skala yang lebih besar, Logitech berfokus pada pemanfaatan plastik daur ulang pasca-konsumen dalam produk yang menyumbang sebagian besar penjualan secara global. Perusahaan berkomitmen bahwa pada akhir tahun 2021, lebih dari 50 persen mouse dan keyboard yang diproduksi dalam portofolio Logitech Creativity & Productivity (C&P), yang merupakan portofolio terbesar dari perusahaan, akan dibuat dengan plastik daur ulang pasca-konsumen – artinya menghilangkan sekitar 7.100 ton plastik murni dan 11.000 ton karbon per tahun.

“Kami sedang dalam langkah merancang produk untuk masa depan. Prioritas kami adalah dapat memberikan dampak signifikan dan jangka panjang untuk mengurangi karbon, dengan cara menerapkan desain untuk prinsip keberlanjutan di seluruh proses pengembangan produk,”kata Prakash Arunkundrum, selaku Global Head of Operations and Sustainability di Logitech.

“Karena plastik adalah salah satu bahan yang paling banyak digunakan di Logitech, kami berinvestasi dalam ekonomi sirkular dengan mendaur ulang dan menggunakan kembali produk konsumen untuk mendorong batasan dari apa yang saat ini dimungkinkan untuk plastik daur ulang.” (red)