ITS Gagas Smart Charging Station Ramah Lingkungan di Indonesia

7
ITS Gagas Smart Charging Station Ramah Lingkungan di Indonesia
ITS Gagas Smart Charging Station Ramah Lingkungan di Indonesia

Jakarta, Itech– Mahasiwa Institut Teknolgi Sepuluh Nopember (ITS) tengah menggagas Smart Charging Station, hal tersebut dilakukan guna mendukung kendaraan listrik yang diperkirakan akan meningkat jumlahnya di masa depan. Hal ini tengah dilakukan secara langsung oleh tiga mahasiwa bernama Puguh Pambudi, Valiant Tirta Amarta, dan Pebiria Vorenza yang tergabung dalam sebuah tim bernama Ancharg dari Departemen Teknik Mesin dan Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS.


Puguh menjelaskan bahwa inovasi ini dikembangkan untuk menunjang kebutuhan charging station yang semakin meningkat. Inovasi ini akan dikembangkan dengan menggunakan energi matahari supaya ramah lingkungan. Hal ini juga didasarkan pada kenyataan bahwa, energi matahari di Indonesia sangatlah cukup karena memang Indonesia adalah negara agraris.
“Kami akhirnya memilih energi matahari, untuk nantinya kami jadikan charging station bertenaga panel surya,” ujarnya.


Puguh juga menambahkan bahwa jika suplai energi matahari tidak mencukupi akibat cuaca, energi cadangan dapat menjadi alternatif. energi tersebut berupa biomassa dari limbah pertanian yang nantinya digunakan generator dual fuel untuk menyuplai listrik charging station seperti yang dikutip dari its.ac.id pada Kamis (19/11/20).


Smart charging station buatan tim Ancharg ITS diketahui telah berhasil meraih juara ketiga pada Lomba Karya Tulis Ilmiah EBOTEC.10, Oktober lalu. Pada kompetisi yang digelar oleh HMIE Universitas Gadjah Mada (UGM) ini, tim Ancharg berhasil mengungguli enam finalis lainnya dari perguruan tinggi nasional.


Terakhir, tim bimbingan mreka berharap bahwa rancangan inovasi ini dapat diimplementasikan secara nyata di Indonesia.
“Saya harap, smart charging station yang kami buat mampu mengatasi kebutuhan charging station di masa transisi dan dapat mengurangi dampak lingkungan yang jelek di Indonesia,” harapnya. (DAF)