Hadirkan Beragam Inovasi, BPD Bali Tingkatkan Layanan Digital Banking

Hadirkan Beragam Inovasi, BPD Bali Tingkatkan Layanan Digital Banking
Hadirkan Beragam Inovasi, BPD Bali Tingkatkan Layanan Digital Banking

Jakarta, Itech- Persaingan perbankan kian ketat di era digitalisasi seperti sekarang. Hal itulah yang membuat Bank BPD Bali dari tahun ke tahun terus meningkatkan inovasi, khususnya dalam bidang transformasi teknologi layanan digital Banking.
“Ini dalam upaya meningkatkan daya saing bank sehingga dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Bali, khususnya meningkatkan sektor mikro dan UMKM, termasuk inklusi keuangan,” ucap IB. Gede Setia Yasa di Renon, selaku Direktur Operasional Bank BPD Bali, dalam acara Penjurian Digital Technology & Innovation Award 2021 secara virtual pada Selasa (9/3).


Ia menjelaskan bahwa pengembangan teknologi digital sesuai dengan rencana bisnis bank (RBB) 2020, yang telah dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seiring peningkatan Bank BPD Bali menjadi agent of regional development. Untuk mencapai hal tersebut, bank lokal Bali ini melakukan kerja sama dengan pemda sebagai partner strategy bank kepada masyarakat.
“Kami melakukan kolaborasi dengan pemda, LKM, LPD, koperasi berharap startegi bisnis di UMKM melalui KUR bisa terintegarsi dengan layanan digital banking yang dimiliki BPD Bali,” jelasnya.


IB. Setia Yasa juga mengungkapkan, pengembangan teknologi BPD Bali sudah dilakukan semenjak beberapa tahun yang lalu. Pada 2012 saja BPD Bali telah melakukan digitalisasi dengan menggunakan Elektronifikasi Pajak Daerah (BPD Payment) dan SP2D Online. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 2015, BPD Bali kemudian melakukan Digitalisasi Bisnis Internet Banking & Mobile Banking, yang pada saat itu masih sangat jarang. Sedangkan tahun 2017 BPD Bali kembali melakukan digitalisasi dengan menggunakan beberapa aplikasi seperti LakuPandai, E-Link LPD, Internet Banking Bisnis, dan SAMSAT.


Pengembangan teknologi semakin digencarkan semenjak 2019, di mana BPD Bali sudah melakukan inovasi melalui Qris, Kartu Debet, E-Ticketing Pariwisata, E-Retribusi, dan E-los. Oleh karenanya pada masa pandemi 2020, transformasi digital sudah menjadi hal utama yang terus dikembangkan oleh BPD Bali.
“Pandemi ini menjadi masalah krusial khususnya di Bali yang memang ekonomi nya yang banyak bersumber dari bidang pariwisata. Dampak dari itu, transformasi digital teknologi menjadi hal utama,”ungkapnya.


Selanjutnya, BPD Bali tengah mengembangkan QRIS sebagai aplikasi andalan. Diluncurkan untuk melakukan transaksi nontunai sekaligus sebagai respon terhadap permasalahan Covid-19. Menurutnya, transaksi secara nontunai dapat membantu penanggulangan bahkan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Dengan QRIS, transaksi dapat dilakukan dengan mudah, cepat, dan aman. Dan kita akan terus maksimalkan apalagi dengan adanya pandemi seperti sekarang,” ujarnya.


Kemudian, BPD Bali akan mencoba mengkolaborasikan berbagai sektor dengan pengembangan digital, seperti ada satu pasar yang akan terintegrasi e-retribusi pasar dengan pembayaran nontunai berbasis QRIS yaitu seluruh aplikasi pembayaran QR code wajib gunakan standar QRIS mengingat BPD Bali menjadi pilot project untuk transaksi nontunai nasional.

Penjurian Digitech Award 2021
Penjurian Digitech Award 2021


Selain itu, IB. Setia Yasa menjelaskan bahwa BPD Bali kedepannya akan terus mengembangkan teknologi informasi , bank juga mengarah ke kalangan milenial. Generasi Z ini berhak mendapatkan, dan menikmati berbagai layanan digital. Sehingga berbagai layanan akan dapat menarik minat generasi milenial dari berbagai sektor, baik sektor perbankan, maupun sektor lainnya seperti pariwisata, dan berbagai layanan di daerah, khususnya daerah Pulau Dewata Bali.


Digital Technology & Innovation (Digitech) Award 2021 ini merupakan kegiatan corporate rating (Award) tahunan, di bidang Information & Communication Technology (ICT), Pengembangan Digital, dan Innovation. Adapun tujuan dari event ini adalah untuk mendorong peningkatan bisnis perusahaan melalui pengembangan kebijakan dan implementasi ICT & Innovation perusahaan terutama dalam menghadapi perubahan perkembangan dunia bisnis.


Hadir sebagai dewan juri dalam acara ini di antaranya: DR. Eddy Iskandar, BSC, MSc Eng (Ketua STT-Texmaco (1998-1999), Texmaco Mechatronics (Otomasi), Singapore (1997-1998), dan CEO CPM Consulting (Bidang SDM, Sistem Manufaktur & Manajemen), Ir. Achmad Purwono,MBA (Lecturer at University of Indonesia, Consultant – PPM, Human Capital Director PT Jasa Marga, dan Senior Consultant in Strategic Management, Human Capital and GCG),George Erlangga, SE Ak, MM(Director of Business Development PT. Orbit Ventura, Project Manager for WaveJoy Mobile Game Project, a Joint Venture Company for Mobile Gaming Industries between Wavegame Indonesia and User Joy Taiwan, games available on Android Market and Apple Store), dan Ir. Irvan Nasrun,MBA (Senior Account Manager, PT. XL Axiata Tbk, President Director, PT PLB, Director, PT Pasifik Lintas Buana).




3 COMMENTS

Comments are closed.