Jakarta, Itech- Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Riset dan Inovasi Nasional 2021. Acara bertujuan mengsinergikan program riset dan inovasi nasional.
Kemenristek/BRIN menyebutkan bahwa Bambang telah menghasilkan lebih dari 61 produk inovasi sebagai upaya menjawab kebutuhan masyarakat. Sekaligus mempercepat penanggulangan pandemi Covid-19 melalui Testing, Tracing, Tracking dan Treatment.
Baca Juga: Menteri BUMN Dukung Gerakan Nasional Wakaf Uang
Baca Juga: Bakamla Akan Lakukan Penyidikan pada Kapal Iran dan Panama
Produk inovasi tersebut terus disempurnakan dan telah digunakan masyarakat seperti ventilator, Mobile Lab BSL-2, Rapid Test Kit, GeNose C19. Produk inovasi ini, juga terus dikembangkan secara sistematis agar terintegrasi satu sama lain.
Baca Juga: Pusat Inovasi Kecerdasan Artifisial, Wadah Akselerasi Pemanfaatan KA di Indonesia
Baca Juga: Aksi Heroik Petugas Transjakarta Gagalkan Percobaan Bunuh Diri
Selain itu Bambang menuturkan, guna meningkatkan pemanfaatan daya guna produk Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 serta untuk mengetahui respon pengguna terhadap kinerja produk. Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN juga telah melakukan Bakti Inovasi lebih dari 15 kota/kabupaten di Indonesia.
Kemudian, Kepala BPPT Hammam Riza menuturkan bahwa, BPPT akan melaksanakan sinkronisasi terhadap program-program prioritas. Tujuannya untuk mendukung prioritas riset dan inovasi nasional.
Baca Juga:Soal Curhatan Khutbah Jumat Kiai Said ke Listyo, Kemen BUMN telah MoU dengan PBNU
Baca Juga: Inilah Inovasi Terbaru Samsung Pada CES 2021
Hal ini telah sesuai dengan tema rapat koordinasi BPPT 2021 yaitu Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penguatan Reformasi. Diharapkan, program BPPT dapat terorkestrasi ditingkat Kemenristek/BRIN. Sehingga penerapan teknologinya akan dapat berhasil. (DAF/Rilis)
Baca Juga: Bakti Inovasi Untuk Bali Kembali
Baca Juga: DPR Bahas Kemungkinan Eks FPI Jadi Peserta Pemilu
Comments are closed.