Bio Farma Terapkan Tekonologi SMDV dalam Distribusi Vaksin Covid-19

Bio Farma Terapkan Teknologi SMDV dalam Distribusi Vaksin Covid 19
Bio Farma Terapkan Teknologi SMDV dalam Distribusi Vaksin Covid 19

Jakarta, Itech- Pemerintah akan memulai program vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang ditujukan pada petugas pelayanan publik dan lansia pada 17 Februari 2021. Total sasaran vaksinasi tahap kedua ini mencapai 38 juta orang lebih. Vaksin tersebut diproduksi oleh Induk Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero).

Sebelumnya, produsen vaksin terkemuka dan terbesar di Asia Tenggara milik BUMN tersebut, telah mendistribusikan vaksin corona ke seluruh penjuru negeri pada 4 Januari lalu. Dalam proses pendistribusian vaksin, PT Bio Farma berinisiatif membuat Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV) yang secara resmi diluncurkan pada (3/1) lalu.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan, Indonesia membutuhkan 426 juta dosis vaksin Covid-19 untuk sekitar 181,5 juta orang, sehingga diperlukan dukungan teknologi yang dapat menjaga kualitas vaksin dalam pendistribusiannya.

Honesti menyebut, pihaknya telah memiliki sepuluh cold room yang dilengkapi teknologi yang secara otomatis memonitoring stabilitas suhu. Ruang pengaman itu bisa menyimpan vaksin hingga 1,5 tahun lamanya sebelum didistribusikan atau digunakan secara umum.

“Kita menyiapkan ada 10 cold room di Bio Farma dan kapasitasnya sangat cukup untuk simpan semua vaksin, ini sebelum dikirimkan ke Provinsi,” ujarnya Jumat (22/1).

Selain itu, anggota Holding BUMN Farmasi, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma (Persero) Tbk atau INAF juga memiliki 48 cabang gudang vaksin yang tersebar di seluruh Indonesia. Gudang tersebut juga nantinya digunakan bagi keamanan vaksin.

Direktur Digital HealthCare Bio Farma, Soleh Ayubi mengatakan, dalam proses distribusi vaksin Covid-19, Bio Farma akan menggunakan SMDV yang terintegrasi secara bertahap dengan sistem lain di dalam dan di luar Holding BUMN Farmasi.

Termasuk, sistem Command Center yang dilengkapi dengan dashboard Internet of Things (IoT), untuk memonitor segala kondisi yang terjadi dalam perjalanan, baik dari segi lokasi, kecepatan dan batasan suhu. Selain itu, juga dilengkapi dashboard tracking vaksin untuk memonitor pergerakan vaksin. 

“Penerapan SMDV ini merupakan sistem pertama di dunia yang diterapkan pada vaksin Covid-19,” ujar Soleh.

Menurutnya, sistem tersebut akan memantau posisi moda pengangkut vaksin dan suhu vaksin yang terus diperbarui dalam lima menit sekali, kemudian akan terlapor ke Command Center di Holding BUMN Farmasi.

Soleh berharap, SMDV dapat diterapkan untuk produk vaksin atau produk farmasi lainnya, sehingga tidak ada lagi berita vaksin palsu,atau produk farmasi yang tidak terdaftar namun tersebar di pasaran. (EA)

Comments are closed.