Merry Harun: Pentingnya Manpower dalam Transformasi Digital

357

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

itechmagz.id – Asosiasi Industri Teknologi Informasi Indonesia (AiTI-Indonesia) melihat transformasi digital di Indonesia sudah berjalan dan bahkan pandemi COVID-19 mempercepat pelaksanaan transformasi digital.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Asosiasi Industri Teknologi Informasi Indonesia (AiTI-Indonesia), Merry Harun saat berbicang dengan Majalah Itech, Senin (31/01/2022).

“Jadi kalau kita lihat sekarang itu sudah banyak perusahaan-perusahaan terutama swasta yang melakukan trasnformasi digital besar-besaran karena mereka mengambil kesempatan ketika pandemi nanti berakhir mereka sudah siap,” ujar Komisaris Datascrip ini.

Merry menegaskan, bahwa trasnformasi digital bukan sekedar merubah peralatan dan sekedar persiapan dari hardware atau software tetapi persiapan keseluruhan terutama di manpower.

“Dan yang tidak kalah penting menurut kami dalam kesuksesan transformasi digital adalah manpower. banyak sekali perusahaan – perusahaan terutama di BUMN atau di sektor pemerintahan yang kurang memanfaatkan transformasi digital atau peralatan yang digunakan dengan maksimal karena kurangnya kualitas manpower itu sendiri,” tegas Merry.

Merry menambahkan, dalam pelaksanaan transformasi digital ini menghadirkan dilema karena akan mengakibatkan pengurangan tenaga kerja. Oleh karena itu, menurutnya manpower harus meningkatkan skill dan mindset atau pola pikirnya harus dirubah.

Adsense

“Adanya transformasi digital ini mau tidak mau akan ada jabatan-jabatan atau posisi posisi yang akan hilang atau tergantikan. Jika tidak ingin tergantikan, talent harus meng-upgrade skillnya,” jelasnya.

Ia pun mengimbau, korporasi tidak perlu takut atau dilema dalam melakukan transformasi digital, adanya perubahan posisi talent ke digital ini pasti akan meningkatkan kinerja dan produktifitas korporasi.

Lebih lanjut, Merry menjelaskan saat ini korporasi harus menerapkan digital risk dan digital governance.

“Digital risk dan digital governance sudah sangat urgent. Perusahaan harus memiliki tim yang bisa membuat digital risk protection, kalau dulu bagian Management Infomation System itu kurang penting kalau sekarang itu sangat penting.” ujarnya.

Sebagai orang yang berkecimpung lebih dari 30 tahun di Datascrip, Merry mengakui Datascrip sajak dulu sudah menerapkan digitalisasi dan hingga saat ini terus berinovasi menerapkan trasnformasi digital.

“Sejak dulu Datascrip menerapkan digitalisasi. Kami memiliki Management Infomation System yang solid dan siap bekerja 24 jam.” ungkapnya. (Mr)

Advertisements

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More