Resolusi Tahun 2022, Instagram akan Prioritaskan Reels

476

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Jakarta, ItechInstagram baru saja menggabungkan fitur video IGTV dengan fitur video pada feed dalam satu tab khusus pada profil pengguna, hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk merampingkan format video yang ada pada platformnya.

Khusus wilayah Jepang dan Indonesia, Instagram tengah menguji coba untuk melebur format video feed dan IGTV dengan durasi kurang dari 15 menit menjadi konten Reels.

Adam Mosseri selaku CEO dari Instagram mengumumkan rencana besar yang akan menjadi prioritas Instagram pada tahun 2022. Salah satunya adalah mengembangkan konten dalam bentuk video, termasuk Reels untuk menyaingi TikTok.

“Kita harus memikirkan kembali apa itu Instagram karena dunia berubah dengan cepat dan kami harus menyesuaikan diri,” kata Mosseri dalam video yang diunggah di Twitter, dilansir dari Engadget pada Jumat (31/12).

Ia juga mengatakan “2022 akan menjadi tahun yang lebih besar (dibandingkan 2021). Kami akan menggandakan fokus kami pada video, (karena) kami tidak lagi hanya aplikasi berbagi foto saja”

Baca juga : Upgrade Durasi menjadi 60 Detik pada Fitur IG Stories

Dalam video tersebut, Mosseri menyebutkan ada empat fokus utama Instagram pada tahun 2022, yaitu video, pesan, transparansi, dan kreator. Namun, Instagram akan menekankan fokusnya terhadap video terutama Reels.

Adsense

Mosseri mengatakan Instagram akan menggabungkan semua format video di sekitar Reels dan akan terus mengembangkan produk pesaing TikTok tersebut. Beberapa bulan terakhir Instagram telah membawa banyak perubahan seputar konten video. Salah satunya adalah menonaktifkan fitur IGTV dan memindahkan video berdurasi panjang ke feed utama.

Lalu, Mosseri juga mengatakan bahwa Instagram akan menghadirkan lebih banyak fitur monetisasi untuk membantu kreator mendapatkan uang dari aplikasi tersebut.

Selain itu, Instagram juga akan merilis fitur parental control atau kontrol orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anak mereka di Instagram pada Maret mendatang. Pengguna dapat mengatur urutan feed yang ditampilkan sesuai dengan kronologi atau mengikuti algoritma.

Dalam video tersebut, Mosseri juga membahas mengenai fitur-fitur yang berhasil dihadirkan oleh Instagram pada tahun 2021. Namun, Instagram juga masih memiliki catatan untuk diperbaiki salah satunya adalah gagal meluncurkan Instagram Kids yang ditujukan untuk pengguna anak-anak.

Instagram juga sempat dituduh sebagai platform yang mempengaruhi kesehatan mental pengguna remaja. Dalam kesaksian di Senat Amerika Serikat, Mosseri berjanji untuk memberikan lebih banyak transparansi yang bisa diakses peneliti luar. Dengan hal ini, peneliti pihak ketiga dapat membuat studi tersendiri untuk melihat sejauh mana efek Instagram berpengaruh pada penggunanya. (RA)

Jurnalis : Reza Arta Mevia

Advertisements

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More