Jakarta, Itech- Shopee mengambil peran untuk mendukung program Pangdam IX/ Udayana perihal proyek air bersih di Nusa Tenggara Timur (NTT) seperti Timor Tengah Selatan, Belu dan Manggarai, sebagai bagian dari program sosial, Shopee untuk Negeri. Berkolaborasi dengan Yayasan Nekmese Mitulo Thalinto, kegiatan sosial ini merupakan upaya Shopee dalam menyalurkan bantuan sebagai solusi krisis air bersih bagi warga setempat.
“Air bersih merupakan kebutuhan utama manusia dan menjadi faktor penentu dalam kesehatan dan kesejahteraan masyarakat khususnya di tengah pandemi saat ini. Melihat situasi krisis air bersih yang dihadapi oleh masyarakat di NTT, khususnya di wiayah Timor Tengah Selatan, Belu dan Manggarai , menggerakkan hati kami untuk mendukung program yang dicanangkan oleh Pangdam IX/Udayana. Sebagai langkah awal dari dukungan ini, Shopee akan membangun sejumlah pompa air di lima titik dan harapannya bahwa pompa air tersebut nantinya dapat membantu sebanyak lebih dari 1000 rumah tangga di wilayah NTT untuk mendapatkan air bersih,” kata Handhika Jahja, Direktur Shopee Indonesia, Kamis (18/2).
Mayor Jendral TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, “Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Shopee Indonesia dalam turut memberikan solusi bagi krisis air yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Dari awal memulai program ini, Pangdam IX/Udayana, Yayasan Nekmese Mitulo Thalinto, dan tim Shopee Indonesia itu sendiri telah memantau dan memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan warga Timor Tengah Selatan, Belu dan Manggarai dalam beberapa waktu kedepan. Kami berharap langkah awal bersama Shopee ini dapat meningkatkan taraf hidup di daerah terdampak.”
“Kami sangat senang dapat berpartisipasi dan menjadi bagian dalam program yang didukung oleh Shopee Indonesia dan Pangdam IX/Udayana untuk memberikan solusi terbaik dalam memberikan akses terhadap air bersih untuk masyarakat NTT. Kami akan terus memantau situasi untuk melihat kebutuhan warga di wilayah NTT dan berharap inisiatif ini dapat terus mendukung masyarakat yang terkena dampak agar dapat bertahan dan membangun kembali kehidupan, tutup Janse Halena Kamlasi, Ketua Yayasan Nekmese Mitulu Thalinto. (red)
Comments are closed.