Inovasi Teknologi Antariksa Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

32

Jakarta, Itech – Indonesia merupakan negara yang diberkahi dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) yang berlimpah, mulai dari SDA yang berada di darat ataupun di laut. Oleh karena itu, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro mendorong inovasi teknologi dan eksplorasi antariksa secara optimal untuk Indonesia Emas 2045.

“Indonesia sebagai negara yang kaya sumber daya alam harus memaksimalkan potensi dan upaya untuk menuju Indonesia Emas 2045. Selama ini kita hanya terpaku apa yang ada di permukaan bumi dan mulai masuk ke permukaan laut saja, tapi tentunya kita tahu di udara sampai antariksa. Sebenarnya itu adalah bagian sumber daya alam kita yang seharusnya dapat dimanfaatkan secara optimal,” jelas Menteri Bambang pada saat menjadi pembicara kunci ( keynote speaker) pada Webinar Nasional Kebijakan Penerbangan dan Antariksa V (SINAS KPA V), Rabu (16/9).

Menteri Bambang mengatakan nilai ekonomi antariksa global diproyeksikan akan meningkat menjadi lebih dari US$1 triliun per tahun pada 2040. Oleh karena itu, Menteri Bambang menilai Indonesia perlu mengambil peran pada ekonomi yang saat ini banyak dilirik negara-negara di dunia. Menteri Bambang mengungkapkan sejumlah langkah pendekatan yang dapat dilakukan dalam menatap eksplorasi angkasa luar dengan memanfaatkan penguasaan teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang adaptif terhadap riset dan inovasi terkait ilmu antariksa.

“Indonesia sendiri memiliki wacana membangun bandara antariksa di Biak, Papua. Indonesia berada posisi terbaik untuk meluncurkan roket karena Biak dekat dengan ekuator.Selain harus tetap fokus pada industri satelit dan roket, tentu dengan membangun bandara antaraiksa lebih menguntungkan daripada hanya menciptakan roket saja. Kalau bisa kita jadikan Bandara Antariksa Biak ini sebagai pintu masuk ke dalam bisnis antariksa dunia, diiringi dengan penguasaan ilmu dan teknologi keantariksaan yang mumpuni,” terang Menteri Bambang. (red)