Terapkan Transfomasi Digital & Inovasi, 1 Kementerian, 2 Lembaga, 3 Pemda dan 33 BUMN, BUMD, dan Swasta Raih Penghargaan Top Digital Inovation Award 2020

261
Terapkan Transfomasi Digital & Inovasi, 1 Kementerian, 2 Lembaga, 3 Pemda dan 33 BUMN, BUMD, dan Swasta Raih Penghargaan Top Digital Inovation Award 2020
Terapkan Transfomasi Digital & Inovasi, 1 Kementerian, 2 Lembaga, 3 Pemda dan 33 BUMN, BUMD, dan Swasta Raih Penghargaan Top Digital Inovation Award 2020| Ketua Penyelenggara Acara Irnanda Laksanawan bersama Direktur Digital TI BRI Indra Utoyo saat Shooting di TVRI, 29 April 2020| Foro: itechmagz.

Itechmagz.id, Jakarta– Dinilai telah mengimplementasikan anjuran Presiden Jokowi untuk menerapkan transformasi digital di era industri 4.0 pada core business dan pelayanannya masing-masing, 1 Kementerian, 2 Lembaga, 3 Pemda, dan 33 perusahaan BUMN, BUMD, dan Swasta ini mendapatkan penghargaan diajang Penganugerahan bergengsi Top Digital Inovation Award 2020 yang diselenggarakan oleh  Majalah Itech bekerjasama dengan Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Dewan Riset Nasional (DRN), dan Forti BUMN.

Acara penghargaan tahun ke-8 kali ini mengusung tema “Digital Innovation for Excellent Performance” Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini penghargaan digelar secara Tele-Awarding & Video Conference di stasiun TVRI, sistem taping (tayang pada Jumat, 01 Mei 2020 jam 21.30) dengan menghadirkan langsung beberapa CEO & CIO  pemenang Awarding, sesuai prosedur PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) , sehingga tidak menghadirkan Penonton di TVRI, Sedangkan pada Sesi Talk Show,  mengangkat tema “Transformasi Digital di Era Covid-19 Penyelamat Perekonomian & Pelayanan Publik”.

“Penyelenggaraan Awarding kali ini menjadi tantangan tersendiri sekaligus membuktikan kepada kita semua apakah perseroan-perseroan tersebut tetap survive dalam menjalankan bisnis dan pelayanannya kepada masyarakat sesuai dengan Visi & Misi Perusahaan khususnya di saat semua negara di dunia dilanda pandemi Covid-19 terdampak pada semua level masyarakat dan lini bisnis ,” ujar Ketua Penyelenggara Awarding Ir. Irnanda Laksanawan, MSc.Eng. PhD, Jakarta, 29/04/2020.

Menurut Chairman Strategic Management & Digital Innovation Institute itu, saat ini waktunya membuktikan implementasi dari transformasi digital sebagai penyelamat ekonomi, bisnis, dan pelayanan masyarakat di era Covid-19 dapat tetap berjalan karena melakukan Transformasi Digital & Inovasi. Salah satu hikmah dari pandemi Covid-19 adalah menunjukkan betapa pentingnya produk digital, IT dan Telco itu bagi kehidupan manusia.

“Sebab, di era Industri 4.0 ini, teknologi digital bukan lagi sebuah pendukung bagi kehidupan, tapi kini sudah menjadi kebutuhan primer dalam kehidupan sehari-hari. Mau komunikasi, makan, belanja ini itu, bayar tagihan, transfer, belajar, dan kebutuhan lainnya kini sudah tak repot-repot lagi. Cukup klik di perangkat digital kita yang tersedia di Android atau IOS kita masing-masing,” terangnya.

Teknologi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. dengan kondisi Covid-19 ini justru menjadi salah satu penentu menyelamatkan bisnis dan pelayanan perseroan atau pemerintah kepada masyarakat. Termasuk pelaporan, bantuan sosal, pendataan, survei, dan yang lainnya semua dilakukan dengan digital. Apalagi di era work from home (WFH) saat ini.

Senada dengan Irnanda, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro ketika memberi sambutan melalui Video Conference pada acara “TOP Digital Innovation Award 2020” itu lebih mengetengahkan peran digital dalam menstabilkan ekonomi di era Covid-19 yang saat ini melanda 170 negara di dunia, yang tentunya mengalami penurunan perekonomian secara tajam.

“Mampukah sektor digital mengurangi dampak terburuk dari ekonomi, misalkan menjadi substitusi dari kegiatan ekonomi yang saat ini dibatasi. Kita tahu bahwa sektor retail, sektor jasa terdampak sebagai akibat COVID,” ungkapnya.

Menurut Bambang, yang secara kelembagaan mendapatkan penganugerahan di bidang Top Government Innovation Excellent in Science, Technology, Research and Innovation Institution 2020, saat ini adalah era less contact economy. Di mana kegiatan-kegiatan perekonomian tak lagi ditentukan dengan kontak langsung, tapi kontak itu dikurangi dan digantikan dengan peranan digital telekomunikasi. Ini akan terjadi walaupun era Covid-19 nanti sudah berlalu.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro ketika memberi sambutan melalui Video Conference pada acara “TOP Digital Innovation Award 2020”, di Stodio 4 TVRI, Jakarta, 29/04/2020.

“Kita harus siap dengan new normal situation, bahwa interaksi ekonomi ke depan kalau saya boleh rangkum itu adalah less contact economy. Tidak contact free , tapi less contact economy. Artinya di masa depan meskipun Covid-19 ini sudah diatasi, jika ada obat atau vaksin Covid 19, keadaan new normal ini, akan ditandai dengan berkurangnya pertemuan atau berkumpulnya kerumunan. Ini kesempatan terbesar bagi sektor digital untuk bisa mensubstitusi berkurangnya pertemuan langsung, rapat atau kegiatan lain, sehingga digital economy application bisa diterapkan,” terangnya.

Acara penganugerahan Top Digital Innovation Award 2020 ini didasarkan pada penilaian apakah perusahaan/lembaga itu memiliki komitmen tinggi dalam implementasi dan pemanfaatan IT. Apakah perusahaan/lembaga bersangkutan memiliki sistem, tata kelola dan infrastruktur IT yang baik. Apakah perusahaan/lembaga yang berhasil dalam hal implementasi dan pemanfaatan IT untuk meningkatkan kinerja, daya saing, dan layanan bisnisnya. Lalu apakah perusahaan/lembaga itu dengan implementasi IT–nya berdampak signifikan. Juga memiliki komitmen ber-inovasi di dalam perusahaan/lembaga tersebut agar lebih maju lagi.

Para penerima penghargaan itu merupakan hasil riset & survey dari Dewan Juri yang merupakan Para Pakar di bidangnya terhadap 300 perseroan dan lembaga yang kemudian diperdalam lagi pemaparan materinya pada sesi penjurian yang dilakukan selama 2 bulan berturut-turut. (ed.AS/itechmagz.id)