Startup Digital Mampu Berkompetisi Secara Global

211

Jakarta, Itech- Data dari Badan Ekonomi Kreatif pada akhir tahun 2018 tercatat di Indonesia terdapat 992 startup digital. Sedangkan berdasarkan laporan startupranking.com, hingga kuartal pertama 2019, di Indonesia terdapat 2.111 start up digital. Data terakhir ini menempatkan Indonesia dalam posisi ke lima negara dengan jumlah startup digital terbesar, setelah Amerika Serikat, India, Inggris, dan Kanada.

Menteri Kominfo Rudiantara mengatakan, pertumbuhan start up digital yang begitu pesat itu, khususnya di Asia Tenggara itu dilatari upaya kolaborasi pemerintah, masyarakat dan startup digital. Misalnya, melalui Grab yang mendorong startup-startup di Indonesia dan Asia Tenggara. Dari Program 1000 Startup digital, sudah terdapat 525 startup digital yang sudah bisa difasilitasi.

“Kondisi itu menggembirakan, sekaligus makin melecut pemerintah sebagai fasilitator dan akselerator digitalisasi untuk terus mengembangkan ekosistem yang mendukungnya,” jelas Rudiantara dalam Acara Grab Ventures Velocity Angkatan 2, di Grand Hyatt Jakarta, Senin (17/6).

Lebih lanjut Menteri Kominfo menegaskan Pemerintah senantiasa memberikan ruang kepada startup-startup baru di Indonesia. Terutama, startup hasil karya anak negeri. Menteri Kominfo Rudiantara memberikan apresiasi atas inisiatif berkelanjutan dari Grab melalui program Grab Ventures Velocity ini. . Selain itu, melalui program GVV ini, Rudiantara berharap agar startup Indonesia juga mampu berkompetisi secara global dan mengharumkan nama bangsa.

Sementara itu, Presiden of Grab Indonesia, Ridzki Kamadibrata menyebut inisiatf GVV ditargetkan untuk mendorong akselerasi jutaan startup dan pengusaha mikro untuk membangun Asia Tenggara yang lebih kuat. “Pada angkatan pertama, kami mendukung beberapa startup di Indonesia seperti BookMyShow dan Sejasa, memberikan bimbingan untuk mencapai tujuan bisnis yang lebih baik dan menyelesaikan masalah sosial,” tuturnya.

GVV Angkatan 2 digelar dengan tema ‘Memberdayakan Pengusaha Mikro di Asia Tenggara’. Grab telah memilih 10 startup yang berasal dari kawasan Asia Tenggara. Sebanyak tujuh startup berasal dari Indonesia (Eragano, PergiUmroh, Porter, Sayurbox, Tanihub, Tamasia, dan Qoala), dua startup berasal dari Singapura (Treedots dan GLife), dan satu startup berasal dari Malaysia (MyCash Online).

Program GVV akan berlangsung selama 16 minggu setelah kesepuluh startup melakukan pitching kepada Grab. Startup yang berhasil akan mendapat kesempatan untuk berkolaborasi bersama Grab dalam bentuk pendanaan atau kemitraan komersial. Tema itu mendukung program Pemerintah Indonesia dalam mengembangkan ekosistem agritech di Indonesia. (red)