Nadiem Makarim Gelar Perayaan Imlek

32

Jakarta, Itech- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar perayaan Imlek atau perayaan tahun baru Cina 2571 dengan tema Merawat Kebhinekaan, Menjaga Ke Indonesiaan. Perayaan Imlek di Kemendikbud diramaikan dengan penampilan atraksi Barongsai, Show Tambur dari Ngo Heng Bio Lion Dance dan penampilan Wushu dari Pemuda Khonghucu.

Dalam sambutannya, Mendikbud Nadiem Makarim menganggap perayaan Imlek sebagai sesuatu yang spesial. “Ini merupakan hari yang sangat spesial. Walaupun perayaannya sedikit telat. Tapi terpenting spirit keberagamaannya Bhinneka Tunggal Ika di Kemendikbud ,” ungkap Nadiem di Jakarta, (6/2).

Nadiem lebih jauh menuturkan bahwa alasan Kemendikbud merayakan Imlek kali ini adalah sebagai cara meyakinkan seluruh masyarakat Indonesia bahwa sejatinya setaip kali ada perayaan hari besar dari berbagai macam agama, suku dan tradisi masing-masing itu, bukan hanya untuk dirayakan bagi suku dan agama yang bersangkutan saja.

“Tapi, mulai dari sekarang, Kemendikbud dan harapan kita seluruh masyarakat, ketika ada berbagai macam hari libur itu, semua masyarakan bisa ikut dalam perayaan itu. Karena kita itu indonesia,” tutur Nadiem.

Menurut Nadiem, kebudayaan nasional Indonesia kaya karena adanya interaksi antarbudaya, termasuk interaksi dengan budaya yang datang dari luar kawasan Indonesia. Tradisi dan adat kita merupakan asimilasi, diserap dan dimodifikasi dari berbagai budaya asing, termasuk Budaya Tionghoa. Interaksi antara Tionghoa dan Nusantara sejak abad ke-4 Masehi ikut membentuk watak budaya Indonesia.

Selanjutnya, Nadiem Makarim juga bercerita semasa berkuliah dirinya pernah mendalami bahasa Mandarin. “Saya masih ingat waktu masih kuliah, sekarang sih sudah lupa tapi di dua tahun terakhir saya kuliah itu saya mengambil Mandarin intensif dua tahun sampai bisa, iya benar, dulu, hampir lumayan lancar,” kenangnya.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis tinggi Agama Khonghucu, Budi Santoso Tanuwibowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merawat kebhinekaan melalui pilar-pilar dasar seperti pendidikan. Budi Santoso juga mengapresiasi Kemendikbud yang membuat acara perayaan Imlek di Kemendikbud. (red)