Ini Protokol Kesehatan yang Harus Dipatuhi Pengunjung PP Iptek-TMII

59

Jakarta, Itech- Direktur PP-Iptek, Mochammad Syachrial Annas menjelaskan beberapa protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 yang harus ditaati pengunjung Pusat Peragaan Iptek (PP-Iptek)-Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Setelah ditutup selama empat bulan, PP-Iptek kembali melayani pengunjung dengan menerapkan protokol kesehatan dan operasional yang ketat. PP-Iptek kembali dibuka untuk umum mulai 20 Juni, bersamaan dengan dibukanya TMII Jakarta.

M. Syachrial Annas  mengatakan PP-Iptek kembali dibuka setelah diberlakukannya tatanan kenormalan baru atau new normal di saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Protokol kesehatan yang diterapkan PP-Iptek diharapkan bisa memberikan ketenangan bagi masyarakat yang mengunjungi PP-Iptek selama Pandemi Covid-19.

PP-Iptek sangat siap menerima pengunjung dengan menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung penerapan protokol kesehatan. Dimulai dari penyediaan fasilitas di area luar parkir kendaraan, lobi, ruang konfirmasi kunjungan dan area dalam galeri PP-IPTEK. “Prosedur kesehatan yang diterapkan PP-Iptek mengacu pada aturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan dan protokol operasional berkunjung ke area publik dari Dinas Pariwisata dan ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” terang Syachrial Annas.

Kepala Sub Divisi Promosi dan Kerjasama PP-Iptek, Ika Mian Karlina menerangkan, penerapan protokol kesehatan dilakukan mulai dari parkir, masuk lobi sampai dengan galeri PP-Iptek dengan petunjuk yang jelas. Di area parkir telah disediakan 6 wastafel sistem injak bagi pengunjung yang baru turun dari kendaraan. PP-Iptek juga menyediakan 6 wastafel sistem sensor di area lobi.

Memasuki lobi PP-Iptek, pengunjung wajib menggunakan masker, mencuci tangan dengan bersih menggunakan sabun, dilakukan pengukuran suhu tubuh oleh petugas PP-Iptek. Selanjutnya, pengunjung diminta masuk ke dalam bilik disinfektan.  Pengukuran suhu tubuh bagi rombongan keluarga atau perorangan dilakukan menggunakan “thermo gun”. Kedepan PP-Iptek akan menyediakan “Thermal Cam” untuk pengunjung yang datang secara rombongan.

Pengunjung yang diperbolehkan memasuki area galeri PP-Iptek adalah pengunjung dengan suhu tubuh normal atau maksimal 37,3°C. Sementara, pengunjung yang suhu tubuhnya melebihi suhu 37,3°C akan diistirahatkan sejenak dalam ruang kesehatan selama 10-30 menit dan kemudian diukur kembali. Apabila hasil pengukuran kedua masih menunjukan suhu tubuh diatas batas suhu normal maka akan dibawa ke klinik kesehatan TMII atau fasilitas kesehatan yang dirujuk TMII yaitu RSUD Cipayung, Puskesmas Cipayung, dan RS TK II Moh. Ridwan Meuraksa.

Pengunjung yang telah lolos semua prosedur diperkenankan membeli tiket di loket dan berdiri pada garis antrian yang tersedia dan tetap menjaga jarak dengan pengunjung lainnya. Pembayaran tiket masuk dapat dilakukan secara tunai dan non tunai.

Selama di dalam galeri PP-Iptek, pengunjung wajib mengikuti protokol operasional saat menggunakan alat peraga maupun menyaksikan demo sains. Pengunjung harus berdiri pada tanda-tanda yang tersedia pada masing-masing alat peraga dan area-area untuk melakukan percobaan sains. Apabila pengunjung ingin mendatangi wahana lainnya, naik atau turun tangga melalui jalur yang sudah diberi tanda.

Ketentuan-ketentuan tersebut juga berlaku bagi petugas PP-Iptek. Sebelum memasuki PP-Iptek, petugas harus melalui prosedur yang sama dengan pengunjung. Petugas PP-Iptek harus menggunakan “face shield’ dan sarung tangan selama berinteraksi dengan pengunjung. Petugas tidak disarankan berdiri terlalu dekat atau minimal berjarak 1 meter dari pengunjung.

Sarana dan prasarana yang disajikan PP-Iptek seperti alat peraga dan fasilitas lainnya juga dibersihkan dengan penyemprotan cairan disinfektan 2 kali sehari, siang hari dan sore hari setelah tutup galeri. Sementara alat peraga dan alat pertunjukan sains dibersihkan dengan cairan disinfektan sewaktu-waktu saat alat tersentuh tangan pengunjung. PP-Iptek juga menyediakan 16 titik cairan “hand sanitizer” di area dalam galeri maupun area-area publik lainnya. (red)