Huawei ICT Academy Luncurkan Learn ON

61

Jakarta, Itech- Huawei ICT Academy meluncurkan program “Learn ON” yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan universitas-universitas yang terkena dampak pandemi. Program ini melibatkan perguruan tinggi yang menjadi mitra global Huawei dan menawarkan dana insentif kepada perguruan tinggi yang dapat digunakan untuk penyelenggaraan kursus dan ujian daring, penelitian daring, dan sebagainya. Program ini juga menyediakan lebih dari 130 sumber daya Massively Open Online Courses (MOOC), yang mencakup bidang teknologi canggih seperti AI, Big Data, 5G, dan Internet of Things.

Di Indonesia, Huawei ICT Academy dengan program “Learn ON” telah diluncurkan pada Juni 2020. Peluncuran program ini dihadiri secara daring oleh para pengajar dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dan masih banyak lagi. Program ini bertujuan menyediakan kursus pelatihan daring untuk para mahasiswa. Mahasiswa yang berpartisipasi dalam program ini akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti ujian sertifikasi, dan memungkinkan mereka untuk bisa belajar secara daring.

“Untuk melanjutkan investasinya pada pengembangan kursus, training for trainer, dan dukungan untuk pembukaan kelas, Huawei telah meluncurkan kebijakan insentif bagi pengajar dan mahasiswa di tahun 2020 ini. Tujuannya adalah untuk mendorong keberlanjutan pengembangan talenta-talenta Indonesia berpotensi di bidang TIK, mendorong para pengajar untuk menggelar kursus-kursus, membantu para mahasiswa menguasai makin banyak pengetahuan teknis di bidang TIK, dan membantu meningkatkan daya saing dan kompetensinya. Kami akan makin memperokokoh komitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan TIK di Indonesia,” tegas Albert Yang Jiangtao, Deputy General Manager Huawei Indonesia.

Program insentif juga bertujuan untuk memotivasi para trainer agar makin antusias dalam membuka kelas, serta memotivasi pelajar untuk mengikuti program-program sertifikasi. Diharapkan, program insentif ini mampu mendorong peningkatan jumlah sertifikasi. Program insentif yang dihadirkan untuk para trainer dan pelajar adalah beragam.

Hingga saat ini, jumlah kampus yang telah bekerja sama dengan Huawei Indonesia sudah mencapai 21. Jumlah tersebut diharapkan akan terus bertambah dan pada akhir tahun 2020 kampus yang bekerja sama dengan Huawei Indonesia akan mencapai 40.

Tujuan dari program ICT Academy adalah menciptakan talenta yang siap menenuhi kebutuhan industri, serta meningkatkan daya saingsecara global. Pandemi bukan menjadi alasan untuk tidak belajar. Dr. Tutun Juhana, S.T., M.T., Dekan STEI ITB menyebutkan bahwa kunci utama keberhasilan implementasi program ICT Academy adalah sinergi yang baik dari semua pihak, serta kerja sama yang baik antara guru, siswa, staf administrasi, dan juga Huawei sebagai mitra.

Sebagai penyedia infrastruktur TIK dan Perangkat Cerdas terkemuka dunia, Huawei telah mengembangkan sistem sertifikasi bereputasi yang telah diakui sebagai standar dalam pengembangan talenta-talenta di bidang TIK. Hingga Juni 2020, Huawei Global telah memiliki 900 ICT Academy di seluruh dunia yang ada di 70 negara dan beberapa kawasan, serta diperkuat 1500 instruktur bersertifikasi Huawei, dan tiap tahunnya mampu mengekspor lebih dari 45.000 talenta di bidang TIK.

Selama 20 tahun keberadaannya di Indonesia, Huawei senantiasa menunjukkan komitmen yang kuat untuk turut mengembangkan ekosistem talenta-talenta TIK lokal Indonesia. Huawei Indonesia telah melatih lebih dari 7.000 siswa TIK dari perguruan tinggi dan sekolah kejuruan, melalui berbagai programnya, antara lain adalah ICT Academy, ICT Vocational Training, National ICT Competition, SmartGen, Seeds for the Future, dan Certified Student Training on Datacom & Wireless. (red)