Harmonisasi Redefinisi Sistem Internasional Metrologi

41

Jakarta, Itech- Dalam rangka memperingati Hari Metrologi Dunia (World Metrology Day) setiap tanggal 20 Mei, Badan Standardisasi Nasional (BSN) menggelar Workshop Metrologi dengan tema “Harmonisasi Redefinisi Sistem Internasional Satuan Ukuran dan Kurikulum Pendidikan Nasional” di gedung BPPT, Jakarta, Selasa, (21/5).

Metrologi merupakan disiplin ilmu yang mempelajari cara-cara pengukuran, kalibrasi dan akurasi di bidang industri, Iptek.Kegiatan metrologi yang berbasis pada satuan ukuran dalam Sistem Internasional Satuan memfasilitasi penggunaan peralatan produksi, pengujian, dan inspeksi.

Komunitas metrologi dunia menyetujui perubahan redefinisi Sistem Internasional Satuan (SI). Perubahan definisi SI ini merupakan tonggak sejarah menuju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih tinggi untuk berbagai kepentingan di seluruh dunia.
Redefinisi ini menyempurnakan penjabaran dari semua satuan dasar yang terdiri dari sekon (s), meter (m), kilogram (kg), ampere (A), kelvin (K), mole (mol) dan candela (cd).

Menteri Ristekdikti Mohamad Nasir dalam keynote speechnya memaparkan, pada pendidikan tinggi, selain lulusannya yang berkarakter, kompeten dan inovatif, tenaga pendidiknya juga didorong untuk memiliki daya saing melalui peningkatan jumlah publikasi ilmiah internasional. Untuk publikasi yang berkualitas dan dapat terbit di jurnal bereputasi, salah satu tantangannya adalah apakah peralatan uji dan peralatan ukur yang digunakan sudah dikalibrasi dan hasil pengukurannya valid.

“Disinilah fungsi Lembaga Metrologi Nasional dalam hal ini peran serta BSN melalui Deputi Standar Nasional Satuan Ukuran, dibutuhkan dalam upaya membantu pemerintah memastikan kesesuaian hasil pengukuran,” tegas Nasir.

Metrologi dipandang sebagai pondasi teknis dalam standardisasi, karena tidak ada satupun kegiatan standardisasi yang tidak menggunakan aktivitas mengukur. Metrologi, standardisasi, dan penilaian kesesuaian, merupakan tiga pilar peningkatan daya saing dan infrastruktur mutu. Demikian diungkapkan oleh Kepala BSN, Bambang Prasetya saat membuka acara Simposium dan Workshop Metrologi.

“Satuan ukuran dalam standar sangat penting agar terjadi efisiensi mulai dari produksi hingga kompatibilitas peralatan dan produk atau jasa. Dapat dibayangkan bila ukuran baut tidak standar, maka akan sulit dalam penggunaannya dalam berbagai peralatan,” imbuh Bambang.

Namun, Bambang melanjutkan, pada umumnya sesuatu yang rutin seringkali dirasakan biasa, padahal itu penting dalam hidupnya. Begitu pula dengan pentingnya metrologi dalam kehidupan kita. “Saya harap, sejak saat ini, kita semua dapat labih aware dengan pentingnya metrologi di sekitar kita, khususnya bagi para stakeholder yang bersentuhan langsung dengan kegiatan standardisasi dan penilaian kesesuaian,” tutupnya. (red/ju)