DRN Rekomendasi 9 Inovasi Unggulan

285

Jakarta, Itech- Dalam sidang paripurna ke-3, Dewan Riset Nasional DRN merekomendasikan bentuk kelembagaan dan tupoksi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pengembangan sembilan inovasi unggulan, serta peran DRN dan Dewan Riset Daerah (DRD).

BRIN merupakan amanat UU No. 11/2019 Pasal 48 yang diatur dalam Peraturan Presiden, diharapkan menjadi holding research institute yang tugasnya mensinergikan sumber daya riset, iptek, inovasi yang tersebar, terpecah dan turmpang tindih. BRIN juga bertugas merumuskan kebijakan iptek yang fokus, terarah, terbangun kerjasama sinergis, serta mengatur alokasi dan distribusi sumber daya iptek agar tepat sasaran.

Dalam rekomendasinya, DRN juga berharap BRIN mampu memperkuat iptek dan inovasi untuk mewujudkan indonesia maju yang berdaya saing. Selain itu, BRIN menjadi simpul dan dirigen pelaksanaan iptek-inovasi yang mengkoordinasi BPPT, LIPI, LAPAN, BIG, BATAN, BAPETEN, BSN, Litbang Kementerian/ Lembaga dan LPPM Perguruan Tinggi.

Menteri Riset Teknologi/Kepala BRIN Bambang P.S Brodjonegoro menyambut baik penyelenggaraan Sidang Paripurna DRN yang bertujuan memetakan kebutuhan riset Indonesia menuju Indonesia Maju di tahun 2045. Ia mengatakan akan mengakomodasi rekomendasi inovasi DRN yang terdiri dari 9 bidang hasil bahasan komisi teknik DRN.

“Kami melihat dari sisi bahwa kami sudah punya prioritas riset nasional sembilan bidang, dengan empat puluh sembilan produk. Tentunya usulan dari DRN untuk inovasi baru itu akan kami coba akomodir masukan-masukan yang ada,” kata Bambang saat menjadi Pembicara Kunci pada Penutupan Sidang Paripurna III DRN di Jakarta (2/12).

Menristek mengatakan inovasi yang diciptakan peneliti harus disesuaikan dengan apa yang menjadi tantangan dan kebutuhan Indonesia saat ini dan menonjolkan potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia. Pertimbangan dalam prioritas riset dan inovasi di masa depan harus bergantung pada hal yang dapat dimanfaatkan dan berguna untuk masyarakat Indonesia dan dunia.

“Jangan sampai kita mengusulkan inovasi dari sisi kemampuan peneliti atau keberadaan teknologinya saja. Tapi kita harus bisa mendorong inovasi yang menjadi kebutuhan masyarakat banyak dan justru jika belum menguasai teknologinya, kita harus kuasai dulu teknologinya,” ujarnya

Dalam kesempatan ini Menteri Bambang mengajak para peneliti, akademisi dan inovator untuk selalu meningkatkan kualitas riset dan inovasinya. Jika pengembangan inovasi Indonesia hanya berjalan secara biasa tanpa disertai lompatan-lompatan besar, Menteri Bambang menilai hal tersebut akan menghambat Indonesia menjadi negara maju di tahun 2045. “Setiap negara saat ini berlomba-lomba menjadikan inovasi sebagai pengungkit perekonomian negaranya, saat ini riset dan inovasi bukan lagi menjadi sebuah pilihan namun sebuah keharusan,” katanya.

Menurut Bambang yang bisa mengancam tercapainya mimpi Indonesia menjadi negara maju di 2045 adalah kalau Indonesia tidak bisa ‘mengupgrade’ dirinya. “Kita tidak lagi bisa melakukan business as usual seperti biasa, melainkan kita harus mulai bergerak ke arah inovasi, karena saat ini inovasi bukan lagi sebuah sebuah pilihan namun sudah menjadi sebuah keharusan. Bahkan inovasi harus dibudayakan sejak dini” terangnya.

Dalam sidang paripurna tersebut, Ketua DRN Bambang Setiadi memaparkan sembilan bidang prioritas riset nasional. Pertama, untuk sektor kesehatan dan obat adalah inovasi untuk penurunan kematian karena penyakit degeneratif, pengembangan stem cell untuk mendukung pariwisata kesehatan, dan obat kanker melalui pemanfaatan bahan alam. Kedua, dari bidang pertahanan dan keamanan, DRN mengusulkan pengembangan radar CGI dan keamanan siber sebagai program integrasi nasional.

Ketiga, di bidang pertanian dan pangan, Kemenristek/BRIN dan lembaga litbangjirap dalam koordinasinya dapat mengembangkan pangan fungsional berbasis sumberdaya lokal serta pengembangan industri ingredient intermediate (aneka tepung, pasta dan chip) sebagai bahan baku industri pangan, pakan dan farmasi. DRN juga mengusulkan implementasi smart farming, supply chain dan logistics.

Keempat, untuk bidang material maju, DRN mengusul pembangunan industri material maju nasional, berbasis mineral lokal untuk penguatan sektor industri tersebut. Kelima, dalam sektor sosial humaniora, inovasi unggulannya adalah membangun SDM unggul dan ekonomi berdaya saing berbasis inovasi mencakup smart people dan smart economy.

Keenam, dalam bidang energi, DRN mengharapkan adanya upaya dekarbonisasi sektor energi. Ketujuh, dalam bidang transportasi diharapkan adanya kapal tangki minyak nabati Kedelapan, bidang infrastruktur smart self healing pavement. Terakhir di bidang lingkungan kebencanaan, diharapkan adanya disaster science and techno park serta sistem informasi inovasi manajemen dan kebijakan lingkungan dan kebencanaan nasional yang terintegrasi. (red)