BSN Gelar E-Bike Ride Sukseskan Langit Biru

18

Jakarta, Itech- Konvoi Kampanye Kendaraan Listrik dan Sepeda Ber-SNI 2019 menjadi ajang yang efektif untuk mendukung terwujudnya Langit Biru di Jawa Tengah (Jateng). Program Langit Biru merupakan salah satu upaya mengendalikan dan mencegah pencemaran udara.

“Penyelenggaraan E-Bike Ride ini menjadi sarana promosi dan edukasi tentang Program Langit Biru kepada masyarakat, industri, pemerintah, komunitas dan akademisi,” kata Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya di sela-sela penyelenggaraan E-Bike Ride 2019 di Wisma Perdamaian, Semarang,(6/10).

Konvoi kampanye kendaraan listrik dan sepeda ber-SNI diikuti lebih dari 700 peserta dari kalangan masyarakat, industri, pemerintah, komunitas dan akademisi, dengan mengendarai motor listrik, sepeda listrik, serta sepeda.

Bambang menjelaskan, program Langit Biru merupakan salah satu upaya mengendalikan dan mencegah pencemaran udara yang dicanangkan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup, melalui Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 15 Tahun 1996. Program Langit Biru bertujuan untuk mewujudkan perilaku sadar lingkungan baik dari sumber tidak bergerak (industri) maupun sumber bergerak yaitu kendaraan bermotor.

“Melalui konvoi dan kampanye kendaraan listrik dan sepeda ber-SNI, BSN bersama Pemerintah Jateng mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan gerakan Langit Biru. Menciptakan awareness dan aksi nyata penggunaan kendaraan ramah lingkungan,” kata Bambang.

Kini pemerintah Indonesia tengah serius untuk mengurangi emisi gas buang yang dibuktikan salah satunya melalui pengembangan kendaraan listrik. “Presiden telah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. Ini harus kita dukung, menggaungkan penggunaan kendaraan listrik lebih masif lagi,” ujar Bambang.

Jateng merupakan daerah yang berkomitmen tinggi dalam mendukung Program Langit Biru melalui program-program ramah lingkungan dan hemat energi. Komitmen tersebut dibuktikan dengan diterimanya Penghargaan Efisiensi Energi Nasional dari Menteri ESDM 5 kali berturut-turut sejak tahun 2014. Jateng dinobatkan sebagai sebagai Juara 1 untuk Kategori Penghematan Energi di Lingkungan Pemda. Selain itu, Kota Semarang juga pernah diganjar peraih nilai tertinggi hasil Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan Program Langit Biru Tahun 2016 (Kota Langit Biru terbaik) kategori Kota Metropolitan.

BSN sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) telah menetapkan 21 SNI terkait kendaraan listrik demi mendukung pengembangan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Hingga saat ini, ke-21 SNI tersebut penerapannya masih sukarela. “Hingga saat ini, BSN masih mengembangkan standar-standar lain terkait kendaraan listrik, mulai dari kategori Electric Propulsion component (Motor, Inverter & converter), Sistem Charging, Plug and Sockets dan Antarmuka Komunikasi,” jelas Bambang.

Terkait sepeda (bukan berbasis listrik), tambahnya, BSN telah menetapkan 22 SNI. Dari jumlah tersebut, yang diwajibkan penerapannya ialah SNI 8224:2016 Persyaratan keselamatan dan metode uji untuk sepeda anak dan SNI 1049:2008 Sepeda – Syarat keselamatan.

Berdasarkan data yang dimiliki BSN per September 2019, jumlah industri sepeda di Indonesia ada 28. Dari jumlah tersebut, 4 berada di Jateng. BSN meyakini, industri kendaraan listrik dan sepeda ber-SNI akan terus meningkat dan siap memproduksi kendaraan sesuai standar. “BSN telah menyediakan standar-standar untuk menjamin kualitas mutu produk yang dihasilkan. Selain itu, BSN juga siap menyediakan skema sertifikasi serta mendorong kemampuan lembaga penilaian kesesuaian di Indonesia,” kata Bambang.

Khusus di Jateng, Bambang optimistis daerah ini mampu menggenjot penerapan SNI lebih kuat lagi. Hal ini didukung dengan komitmen pemimpin daerahnya terhadap pengembangan dan penerapan SNI, yang ditandai dengan penghargaan Tokoh Standardisasi 2018 Kategori Kepala Daerah kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Gubernur Jateng dalam sambutan yang dibacakan oleh Arif Sambodo, menegaskan bahwa Pemerintah Jateng berkomitmen dalam mengangkat daya saing produk daerah dan masif menggelorakan SNI. Demikian pula dalam konvoi yang mengkampanyekan produk ber-SNI dan kendaran listrik ini.

“Pemprov Jateng berharap agar masyarakat bisa lebih peduli dengan kualitas kesehatan udara dan lingkungan dengan beralih menggunakan kendaran yang ramah lingkungan, serta menjadikan kualitas serta mutu produk sebagai referensi utama dalam mengambil keputusan dalam penggunaan produk,” harapnya. (red/ju)