AWS hadirkan Solusi dan Layanan Terbaru

39
Donnie Prakoso, Technical Evangelist Amazon Web Services ASEAN, sedang menjelaskan keunggulan AWS kepada media di Jakarta. (Redaksi)

Jakarta, Itech- Dua perwakilan dari Amazon Web Services (AWS), yakni  Donnie Prakoso, Senior Technical Evangelist AWS-ASEAN dan Olivier Klen, selaku Head of Emerging Technologies, AWS APAC menjelaskan lebih rinci terkait beragam produk, solusi, dan layanan terbarunya yang diumumkan di ajang AWS Las Vegas pada Desember 2019 silam.

AWS memiliki begitu banyak ragam layanan dan solusi yang bisa kami tawarkan kepada para pelaku bisnis, industri, serta startup. “Seluruh solusi yang kami miliki ini tentunya tidak bisa semuanya bisa diterapkan pada konsep bisnis masing-masing, seluruhnya akan bergantung kepada kemauan dari para klien kami hendak menggunakan solusi seperti apa untuk kemajuan bisnisnya. Namun harapan kami dengan keberadaan solusi dan layanan dari teknologi yang kami tawarkan ini, bisa bermanfaat untuk berbagai kemajuan teknologi juga, seperti misalnya AI dan Machine Learning yang kami kembangkan untuk bisa lebih mudah digunakan dan diaplikasikan,” jelas Donnie seperti dikutif Jagatreview, dalam media briefing yang diadakan di WeWork, Revenue Tower SCBD, Jakarta, (4/2).

Salah satu dari sekian banyak solusi dan layanan yang ditawarkan oleh AWS ini adalah Serverless Computing, di mana solusi ini akan lebih memudahkan perkembangan sebuah startup yang di awal pembangunannya, tidak harus membuat server lebih dulu untuk bisa bertumbuh sehingga para startup ini bisa dengan lebih lega untuk membangun dan mengembangkan inovasi serta aplikasi dengan lebih cepat dan tak perlu memikirkan manajemen hardware atau server.

Untuk mereka yang menginginkan infrastruktur dengan latensi rendah, AWS juga telah memiliki Local Zone dan Wavelenght, di mana Local Zone merupakan skenario deployment untuk infrastruktur di dekat area pada yang membutuhkan kapabilitas compute, storage, dan lain-lain yang memiliki latensi rendah.

Sementara Wavelenght merupakan inisiatif AWS dalam menyambut teknologi 5G, di mana latensi rendah akan sangat berpengaruh di 5G sehingga inisiatif ini akan menempatkan modul compute dan storage sangat dekat dengan edge, jadi pengembangan aplikasi bisa mendapatkan latensi rendah karena lokasi data akan lebih dekat dari pengguna. Tentunya, latensi rendah ini akan menguntungkan tidak hanya pada pemanfaatan teknologi 5G, tetapi juga terhadap penggunaan untuk VR/AR/MR/XR, smart vehicle, serta IoT.

Tidak hanya berhenti di solusi dan layanan untuk cloud computing, storage, server atau infrastruktur saja, AWS juga memungkinkan teknologi AI dan Machine Learning bisa dibangun dan diaplikasikan dengan lebih mudah lewat kehadiran SageMaker Studio, yang merupakan basis dari SageMaker sebagai layanan machine learning andalan AWS. (red/)